Value for Money

Definisi

Value for Money (VfM) adalah metode untuk menilai penerimaan publik akan manfaat maksimal dari barang dan jasa yang diperolehnya dengan sumber daya yang tersedia dalam memberikan pelayanan publik. VfM juga diartikan dengan kombinasi optimal dari total biaya keseluruhan dan kualitas dari dilaksanakannnya proyek infrastruktur melalui skema KPBU. VfM digunakan sebagai salah satu alasan atau tujuan dilaksanakannya skema KPBU melalui kompensasi atau tarif harga pasar yang kompetitif.

Manfaat VFM dalam KPBU

  • Meningkatkan efektivitas pelayanan publik, dalam arti pelayanan yang diberikan tepat sasaran
  • Meningkatkan mutu pelayanan publik
  • Menurunkan biaya pelayanan publik karena hilangnya inefisiensi dan terjadinya penghematan dalam penggunaan input
  • Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik dan Alokasi belanja yang lebih berorientasi pada kepentingan publik dan- Meningkatkan kesadaran akan uang publik (public cost awareness) sebagai akar pelaksanaan akuntabilitas publik.

Konsep Analisa VFM

Modalitas

Alur Menghitung VFM

Pengukuran Optimasi Sebuah Proyek Infrastruktur secara Kuantitatif adalah dengan Public Sector Comparator, yakni dengan membandingkan dengan proyek serupa dalam sektor yang sama dengan sistem pengadaan secara tradisional termasuk bagaimana upaya dukungan pemerintah serta tingkat kompetisi yang tercipta karenanya dalam menghitung VfM diberlakukan alur sebagaimana berikut:

Kuantifikasi VFM

Simulasi Sederhana Perhitungan VFM

Metode Pembayaran:

Metode pembayaran yang digunakan terbagi menjadi 2, yaitu:

  1. Tarif Based, atau sering juga disebut dengan User Fee merupakan metode yang pengenaannya didasarkan pada satuan unit penggunaan jasa atau barang
  2. Availability Payment, adalah pembayaran secara berkala oleh Lembaga/Pejabat berwenang kepada Badan Usaha Pelaksana atas tersedianya layanan Infrastruktur yang sesuai dengan kualitas dan/atau kriteria sebagaimana ditentukan dalam perjanjian
Periode Kontrak Kerjasama:

Masa kerjasama KPBU bervariasi sesuai dengan kebutuhan, mulai dari 1 tahun hingga 50 tahun (maksimal). Masa kerjasama yang paling umum digunakan berkisar pada 10 – 25 tahun.
Rata-rata Pendapatan/tahun (Rp. Juta):

Merupakan perkiraan pendapatan per tahun yang diterima oleh Badan Usaha, dalam Rp. Juta.

  1. Pada skema tariff, perhitungannya adalah unit x harga satuan
  2. Pada skema AP, perhitungannya adalah besaran yang diperkirakan akan diterima
Persentase OPEX terhadap Pendapatan/tahun (Non Bunga dan Penyusutan):

Dihitung secara persentase terhadap pendapatan.
Opex yang dimaksud tidak termasuk Bunga dan Penyusutan karena Bunga dan Penyusutan akan dihitung secara terpisah.

  1. Penyusutan akan dihitung dengan metode straight line selama 20 tahun
  2. Bunga akan dihitung dengan DER 70% : 30% dengan tingkat bunga yang telah ditetapkan
Total Biaya Modal (Rp. Juta):

Adalah total biaya modal (Capital Expenditure), meliputi pengadaan fisik dan non fisik – tidak mencakup biaya keuangan, yang akan dikeluarkan oleh Badan Usaha.
Tahun Awal Konstruksi :

Adalah tahun awal penanaman modal. Jika investasi akan mulai dilaksanakan tahun 1 proyeksi, maka kolom ini diisi “1”
Tahun Akhir Konstruksi :

Adalah tahun akhir penanaman modal. Jika investasi akan selesai dilaksanakan tahun 5 proyeksi, maka kolom ini diisi “5”. Total biaya modal akan dibagi rata selama masa investasi.

 

Perbandingan OPEX:

Adalah perbandingan OPEX yang ada pada 2 pilihan pengadaan (PSC/KPBU). Kolom ini akan menunjukkan apakah OPEX PSC > OPEX KPBU, OPEX KPBU > OPEX PSC atau sama.
Besaran (%):

Selisih besaran OPEX seperti yang dimaksud pada kolom diatas. Dinyatakan dalam persentase (%)
Perbandingan Biaya Modal:

Adalah perbandingan CAPEX yang ada pada 2 pilihan pengadaan (PSC/KPBU). Kolom ini akan menunjukkan apakah CAPEX PSC > CAPEX KPBU, CAPEX KPBU > CAPEX PSC atau sama.
Besaran (%):

Selisih besaran CAPEX seperti yang dimaksud pada kolom diatas. Dinyatakan dalam persentase (%)
Resiko Lain-Lain (%):

Merupakan resiko lain-lain yang yang timbul akibat adanya KPBU. Kalkulasi VFM ini mengalokasikan resiko lain-lain pada KPBU. Adapun besaran resiko lain-lain (%) merupakan perkiraan besaran resiko yang akan timbul dan dialokasikan ke KPBU, dikonversikan kedalam biaya modal yang timbul.

 

Net Present Value – PPP (Rp. Juta): 0
Net Present Value – PSC (Rp. Juta): 0
VFM: 0
Kesimpulan Skema Pembiayaan: No result.