Bab 4. Kajian Teknis

Bab 3. Kajian Kebutuhan dan Kepatuhan
25/11/2017
Bab 5. Kajian Ekonomi dan Komersial
25/11/2017

Kondisi Eksisting

Sub-bab kondisi eksisting ini ditujukan untuk menguraikan kondisi infrastruktur dan penyelenggaraan e-governmant di wilayah perencanaan. Beberapa kondisi eksisting yang perlu diuraikan diantaranya meliputi:

  1. Kondisi Infrastruktur e-government Umum
    Diuraikan kondisi Infrastruktur e-government yang telah dibangun dan dioperasikan selama ini baik oleh Kementerian maupun Lembaga, baik pusat maupun daerah, sebagaimana contohnya infrastruktur e-government Kementerian Kominfo yang saat ini memiliki 2 Data Center (DC) dan 1 Data Recovery Center (DRC);  e-government Kementerian Sosial yang digunakan untuk mengidentifikasi keluarga-keluarga miskin dan memberikan bantuan bagi mereka; dan data center yang dibengun dan dikelola oleh dinas Kominfo Provinsi Jawa Tengah.
    Dapat pula diuraikan kendala-kendala yang dihadapi dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur (data center) e-government yang ada saat ini antara lain kendala ketersediaan sumber daya manusia yang terampil dan berkualitas, anggaran untuk pembiayaan investasi dan operasional, jaminan kualitas dan keberlangsungan sarana pendukung antara lain catuan listrik, kualitas koneksi backbone, adanya potensi-potensi gangguan terkait dengan virus ataupun serangan piranti lunak lainnya serta kendala menerapkan standar operasi dan prosedur (SOP) yang sesuai dengan standar data center yang selama di adopsi yaitu TIA-942.
  2. Pemanfaatan Infrastruktur e-government
    Dengan adanya infrastruktur e-government dalam bentuk data center diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan tata kelola pemerintahan serta mendukung pembangunan-pembangunan di berbagai sektor. Pemanfaatan infrastruktur e-government dalam bentuk menempatkan server data baik dari jajaran pemerintahan (K/L) maupun swasta yang kemudian dapat diakses oleh berbagai kalangan termasuk masyarakat. Jenis-jenis layanan dan aplikasi spesifik dapat dijelaskan termasuk cara penggunaannya dan juga pembayaran jasa bilamana ada biaya yang harus dibayar.
  3. Rencana Pengembangan Infrastruktur e-government
    Mengingat bahwa kebutuhan akan data dan layanan berbasis e-government ini terus berkembang, maka dapat dijelaskan rencana pengembangan infrastruktur e-government selanjutnya termasuk platform dan juga aplikasi layanan yang akan dikembangkan lebih lanjut.

Kajian Kebutuhan

Dalam sub-bab diuraikan kebutuhan akan infrastruktur e-government berdasarkan proyeksi kebutuhan pengguna, jenis-jenis aplikasi layanan, kecepatan data rata-rata, kecepatan data maksimal, ketersediaan sarana pendukung antara lain listrik (energi : pasokan bahan bakar minyak), transportasi, akses jalan, sarana telekomunikasi (kabel optik, radio gelobang mikro atau dan VSAT satelit), dan potensi penyerapan tenaga terampil.

Tinjauan Tata Ruang

Tinjauan tata ruang berisikan mengenai kondisi eksisting tata ruang wilayah kabupaten/kota bersangkutan dan juga secara lebih mendetail di rencana lokasi data center e-government  yang akan dikerjasamakan. Tinjauan tersebut meliputi:

  • Struktur tata ruang
  • Rencana detil tata ruang
  • Peraturan zonasi
  • Rencana pengembangan

Aspek Utilitas

Pada bagian ini diuraikan mengenai kondisi utilitas di wilayah kabupaten/kota bersangkutan secara umum dan juga kondisi utilitas di rencana lokasi prasaranan e-government. Kajian tersebut meliputi:

  1. Ketersediaan Sumber Daya Listrik

Pada pengelolaan infrastruktur e-government dibutuhkan catuan sumber daya listrik utama dari PLN dan catuan daya listrik cadangan dari perangkat genset, baterei atau menggunakan catuan daya listrik alternatif (tenaga surya, tenaga angin). Jaminan pasokan atau catuan daya listrik ini harus dipastikan selama 24 jam non-stop sesuai dengan kebutuhan daya listrik data center. Catuan daya listrik digunakan antara lain untuk mendukung perangkat aktif, penerangan, ruang kerja dan sistem keamanan. Dalam sub-bab ini perlu dilihat ketersediaan sumber daya listrik di lokasi data center.

  • Akses Telekomunikasi Backbone
    Dalam rangka infrastruktur e-government beroperasi dengan baik, maka dibutuhkan dukungan akses kepada jaringan backbone (tulang punggung) yang umumnya menyewa kapasitas dan layanan kepada penyelenggara jaringan telekomunikasi BUMN/swasta a.l. TELKOM.
  • Pasokan Bahan Bakar Minyak
    Dalam rangka infrastruktur e-government beroperasi dengan baik, maka dibutuhkan dukungan pasokan bahan bakar minyak untuk mendukung genset.
  • Akses Jalan Raya
    Dalam rangka infrastruktur e-government beroperasi dengan baik, maka dibutuhkan dukungan akses jalan raya untuk memudahkan transportasi personil maupun barang dan perangkat yang mendukung data center.

Aspek Fisik

Pengembangan desain data center mengacu pada standar Telecommunications Industry Association yaitu TIA-942, dimana setidaknya data center memiliki 4 komponen utama yaitu jalur akses (pintu utama), ruang telekomunikasi, ruang utama, dan ruang distribusi atau ruang operasional. Tahapan proses desain terdiri dari 5 tahapan seperti pada gambar di bawah.

  1. Pemilihan Lokasi/Ruangan
    Beberapa hal yang perlu dikaji meliputi:

    1. Kepastian status hukum lahan atau lokasi
    2. Kemudahan akses jalan
    3. Keamanan secara umum dan keamanan secara khusus
    4. Kemudahan mendapatkan pasokan listrik dan bahan bakar minyak
    5. Kemudahan mendapatkan akses jaringan telekomunikasi backbone
    6. Lokasi dapat dikembangkan (expandable)
    7. Bebas dari interferensi peralatan elektronik yang dapat menimbulkan gangguan elektromagnetis.
    8. Perhitungan kebutuhan ruangan selama periode kerjasama
      Pada sub-bab ini perlu disampaikan juga rencana layout ruangan dan pembagiannya berdasarkan fungsi seperti ruang  untuk command center, server room, dan power room.
  2. Pembangunan Raised Floor
    Dalam Sub-bab ini diuraikan beberapa hal, diantaranya:

    1. Ketinggian lantai beserta faktor-faktor yang menjadi pertimbangannya (seperti misalnya jumlah peralatan yang ditampung, banyaknya udara dingin yang ingin dilewatkan, banyaknya infrastukrut yang akan dilewatkan di bawah lantai, dsb.);
    2. Kemampuan lantai menahan beban serta rencana bahan lantai yang akan digunakan;
  3. Instalasi Listrik (Power)
    Beberapa hal yang perlu diuraikan meliputi diantaranya:

    1. Sistem trench dan tray yang akan digunakan;
    2. Jenis kabel yang akan digunakan;
    3. Sistem pengait yang akan dipakai;
    4. Sistem penghubung listrik ke rack;
    5. Sistem pemasangan tray dari panel MSB;
    6. Dan sebagainya.
      Dalam sub-bab ini juga perlu disampaikan gambar layout desain listrik minimal pada server rack dan trunking kabel di bawah raised floor.
  4. Instalasi Pencahayaan
    Dalam sub-bab ini perlu diuraikan beberapa hal terkait instalasi pencahayaan (lighting) yaitu diantaranya:

    1. Minimal daya pencahayaan di bidang horizontal;
    2. Minimal daya pendahayaan di bidang vertikal;
    3. Rencana titik pengambilan daya (sebaiknya terpisah dari panel distribusi listrik untuk peralatan);
    4. Sistem penerangan darurat;
    5. Dan sebagainya.
  5. Instalasi Sistem Pendingin (Cooling)
    Dalam sub-bab ini perlu diuraikan sistem pendinginan yang akan diterapkan, sepertinya misalnya tipe air conditioning. Sistem pendinginan harus dapat mendinginkan juga seluruh ruang server termasuk rak server. Sangat direkomendasikan apabila juga tersedia sistem pendingin cadangan.
    Perlu diuraikan juga tata letak rak server terkait dengan sistem atau alur pendinginan, seperti misalnya penggunaan lantai yang berlubang, pembuatan lorong udara dingin (cold aisle), lorong panas (hot aisle), dan sebagainya.
    Sampaikan juga layout sistem aliran udara (panas dan dingin) di data center.
  6. Instalasi Sistem Keamanan (Security)
    Pada sub-bab ini diuraikan sistem keamanan yang akan diterapkan, baik sistem pengamanan fisik maupun non-fisik. Beberapa hal yang perlu diuraikan antara lain:

    1. Fitur sistem pengamanan fisik (misalnya akses masuk ruangan, penguncian server, pemasangan CCTV dan sebagainya);
    2. Fitur sistem pengamanan non-fisik (pengamanan terhadap software yang digunakan);
    3. Dan sebagainya
      Sampaikan juga gambar layout sistem pengamanan yang akan diterapkan.
  7. Instalasi Environment Monitoring System
    Pada sub-bab ini diuraikan mengenai sistem instalasi Environment Monitoring System yang dipergunakan untuk memonitor perangkat yang ada dari segi suhu, kelembaban, dan sebagainya, serta sistem peringatan jika terjadi kerusakan atau bencana. Perlu diuraikan juga sistem pendeteksi air yang akan diterapkan beserta dengan layout instalasi EMS ini.
  8. Instalasi Sistem Penanganan Kebakaran
    Dalam sub-bab ini perlu diuraikan sistem penanganan kebakaran yang akan diterapkan, seperti misalnya penggunaan gaseous suppressant yang tidak akan merusak server. Perlu diuraikan jenis suppression yang akan digunakan dan juga sistem pendeteksi api yang akan diterapkan.
    Pada sub-bab ini perlu disampaikan juga gambar layout sistem penanganan kebakaran di data center.
  9. Analisis Teknis Lainnya
    Di bagian ini menyampaikan kajian terhadap sarana fisik, baik berupa lahan, bangunan, perangkat utama berupa server dan router, sarana penunjang seperti genset, baterai, dan gudang suku cadang. Analisa teknis meliputi :

    1. Luas dan status lahan, kondisi seismik lahan dan jenis tanah lahan.
    2. Kebutuhan kualitas dan kuantitas serta jenis-jenis material bangunan, baik disisi luar maupun dalam ruangan.
    3. Kebutuhan kualitas, kuantitas dan jenis perangkat aktif seperti server dan router
    4. Kebutuhan kualitas, kuantitas dan jenis perangkatan sarana penunjang seperti genset, baterei, dan gudang suku cadang.
    5. Kebutuhan analisa dampak lingkungan (AMDAL) atas fasilitas infrastruktur e-government.
    6. Kebutuhan kepastian atas perizinan atas penggunaan lahan.
    7. Kebutuhan biaya pengadaan (CAPEX) dan biaya operasional (OPEX).
  10. Gambar Rencana
    Perencanaan dan gambar layout ruangan data center e-government, termasuk rencana lantai (floor plan) untuk perangkat aktif dan perangkat penunjang; rencana rute kabel (cable route plan) baik kabel telekomunikasi maupun kabel catu daya listrik, jalur evakuasi darurat, alur pembuangan panas dan lain-lain. Gambar berikut adalah ilustrasi floor plan sebuah data center (http://www.ntt-f.co.jp/english/service/data_cor/).
    Sesuai dengan TIA 942 secara umum fasilitas Data Center terdiri dari blok-blok sebagaimana gambar berikut:
    Fasilitas diluar Data Center terdiri dari:

    • General office space
    • Telecommunication and Equipment room serving space

    Fasilitas didalam Data Center terdiri dari :

    • Support staff office
    • Entrance room
    • Data center electrical and mechanical room
    • Operator center
    • Telecom room serving data center spaces
    • Storage room and loading docks
    • Computer Room

    Dalam desain 3D sebagaimana gambar berikut yang mengilustrasikan floor plan sebuah data center (http://www.ntt-f.co.jp/english/service/data_cor/).

Spesifikasi Keluaran

  1. Ruang Lingkup Kerjasama
    Pada sub-bab ini diuraikan lingkup kegiatan yang akan dikerjasamakan antara pemerintah dengan badan usaha dalam pembangunan, pengembangan, dan/atau pengelolaan data center.
  2. Standar Pelayanan Minimum
    Standar pelayanan minimum yang diperlukan dalam KPBU infrastruktur e-government  ini merupakan standar yang harus dipenuhi oleh badan usaha selama periode kerjasama. Beberapa spesifkasi keluaran yang dapat diterapkan diantaranya adalah:

    1. Tingkat ketersediaan layanan (availability) rata-rata per tahun
    2. Tingkat keamanan
    3. Tingkat kapasitas
  3. Tahapan Pengembangan
    Tahapan pengembangan sistem e-government perlu diuraikan dalam sub-bab ini, mulai dari perencanaan, pembangunan, serta pengoperasian dan pemeliharaan selama periode kerjasama.