Bab 2. Kajian Kebutuhan dan Kepatuhan

Bab 1. Pendahuluan
04/12/2017
Bab 3. Kajian Teknis
04/12/2017

Kajian Kebutuhan

  1. Kondisi Eksisting Fasilitas Kesehatan
    Menjelaskan kondisi eksisting fasilitas kesehatan yang antara lain meliputi:

    • Fasilitas kesehatan apa saja yang ada
    • Lokasi dan fungsi fasilitas kesehatan
    • Pengelola fasilitas kesehatan
    • Pengguna fasilitas olahraga
    • Kualitas fasilitas yang ada
    • Biaya kesehatan
  2. Tingkat Kesehatan Masyarakat.
    Menjelaskan tingkat kesehatan masyarakat dengan mengidentifikasi tinggi atau rendahnya angka kesehatan di wilayah layanan fasilitas tersebut berdasarkan indikator penilaian yang telah ditetapkan oleh kementerian yang berwenang (kementerian kesehatan),  seperti misalnya umur harapan hidup, Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 kelahiran hidup, Angka kematian Bayi AKB per 1000 kelahiran hidup, Prevalensi kekurangan gizi (gizi kurang dan gizi buruk) pada anak balita, dan lain sebagainya
  3. Inisiatif Pemerintah / Pemerintah Daerah.
    Menjelaskan apa saja inisiatif Pemerintah/Pemda dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut, termasuk misalnya alokasi anggaran untuk kesehatan, program apa saja yang sedang atau akan dijalankan, dan lain sebagainya.
  4. Demografi dan Kebutuhan
    Menjelaskan demografi di wilayah pelayanan fasilitas baik saat ini maupun proyeksi selama tahun perencanaan, kajian kebutuhan fasilitas olahraga, gap antara fasilitas yang ada dengan fasilitas yang diperlukan.
    Aspek demografi di wilayah pelayanan dimaksudkan untuk memproyeksikan permintaan dan penawaran, yaitu untuk menganilisis permintaan pasar total dan potensial.

    • Data-data demografi yang diperlukan meliputi :
      • Data penduduk menurut rasio jenis kelamin per kabupaten/Kota
      • Laju pertumbuhan penduduk
      • Jumlah luas wilayah, penduduk, dan kepadatan menurut Kabupaten/Kota
    • Dari data tersebut akan terlihat terjadinya pertambahan jumlah penduduk di wilayah kab/kota dan jumlah penduduk perempuan di dan laki-laki, dimana dari faktor ini dapat diketahui kemungkinan terjadinya kelahiran lebih besar. Tingginya tingkat kelahiran pada pada wilayah tersebut memungkinkan untuk dibentuk sebuah usaha pelayanan masyarakat dalam bentuk rumah sakit ibu dan anak.
      Bila kita analisa jumlah pertambahan penduduk dengan kebutuhan akan rumah sakit saat ini, maka akan terjadi ketidakseimbangan pada nantinya. Kenaikan jumlah penduduk ini harusnya diimbangi dengan fasilitas pelayanan yang memadai.

Kajian Kepatuhan

Kajian kepatuhan ini bertujuan untuk melihat kesesuaian rencana penyediaan atau pengelolaan fasilitas kesehatan dengan rencana-rencana, program-program, dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang ada. Beberapa rencana yang perlu dikaji kesesuaiannya antara lain dijabarkan dalam sub-bab berikut.

  • Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025
    Dilakukan kajian bagaimana rencana pengembangan penyediaan fasilitas rumah sakit sesuai dengan rencana pembangunan di sektor kesehatan dalam jangka panjang nasional.
  • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019
    Dilakukan kajian bagaimana rencana pengembangan penyediaan fasilitas rumah sakit sesuai dengan rencana pembangunan di sektor kesehatan nasional dalam jangka menengah.
  • Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD)
    Dilakukan kajian bagaimana rencana pengembangan penyediaan fasilitas rumah sakit sesuai dengan rencana pembangunan di sektor kesehatan jangka menengah di wilayah pelayanan.
  • Rencana Strategis Kementerian Kesehatan
    Dilakukan kajian bagaimana rencana pengembangan penyediaan fasilitas kesehatan sesuai dengan rencana strategis Kementerian kesehatan.
  • Rencana Strategis Dinas Kesehatan
    Dilakukan kajian bagaimana rencana pengembangan penyediaan fasilitas kesehatan sesuai dengan rencana strategis Dinas kesehatan di wilayah pelayanan.

Kesimpulan

Menjelaskan bagaimana rencana pengembangan rumah sakit umum dengan skema KPBU sesuai dengan kebutuhan dan juga sesuai dengan rencana-rencana yang ada.