Risiko

Risiko adalah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama kelangsungan suatu proyek. Risiko tersebut dapat dinilai secara kualitatif ataupun kuantitatif. Proses analisa risiko terdiri atas identifikasi risiko, alokasi risiko, penilaian risiko, dan mitigasi risiko. Tujuan analisa risiko adalah agar stakeholder dapat memperoleh manfaat finansial sebesar-besarnya melalui proses pengelolaan risiko yang meliputi menghilangkan, meminimalkan, mengalihkan, dan menyerap/menerima risiko tersebut.

KPBU dilakukan berdasarkan prinsip pengendalian dan pengelolaan risiko, dimana kerjasama penyediaan infrastruktur dilakukan dengan penilaian risiko, pengembangan strategi pengelolaan dan mitigasi terhadap risiko.

Hak dan kewajiban PJPK maupun Badan Usaha, termasuk didalamnya alokasi risiko, harus secara jelas tertuang dalam Perjanjian KPBU.

  1. Identifikasi Risiko
    Identifikasi risiko dilakukan untuk mengetahui jenis risiko yang mungkin timbul di dalam proyek. Secara umum, rision dalam menyediakan infrastruktur yang terdiri dari:

    • Risiko Lokasi
    • Risiko Desain
    • Risiko Sponsor
    • Risiko Finansial
    • Risiko Operasional
    • Risiko Pendapatan
    • Risiko Politik
    • Risiko Kahar
    • Risiko Kepemilikan Aset
  2. Alokasi Risiko
    • Prinsip alokasi risiko lazimnya adalah risiko sebaiknya dialokasikan kepada pihak yang relatif lebih mampu mengelolanya secara lebih efisien dan efektif atau dikarenakan memiliki biaya terendah untuk menyerap risiko tersebut.
    • Prinsip alokasi ini dapat menghasilkan premi risiko yang rendah dan biaya proyek yang lebih rendah sehingga berdampak positif bagi pemangku kepentingan proyek tersebut.
    • Upaya menghasilkan suatu skema alokasi risiko yang optimal penting demo memaksimalkan nilai manfaat (value for money)
  3. Penilaian Risiko
    Untuk mengetahui risiko yang paling besar kemungkinannya terjadi serta pengaruhnya yang paling signifikan terhadap kelangsungan proyek KPBU ini, maka disusun suatu kriteria penilaian risiko yang dilihat dari peringkat kemungkinannya untuk terjadi dan peringkat konsekuensi risiko tersebut.
  4. Kemungkinan Terjadi
    Peringkat Dampak Keuangan Keselamatan Penundaan Kinerja Hukum Politik
    Tidak Penting Varian <5% terhadap anggaran Tidak ada atau hanya cidera pribadi, Pertolongan Pertama dibutuhkan tetapi tidak ada penundaan hari < 3 bulan Sesuai tujuan, tetapi ada dampak kecil terhadap unsur-unsur non-inti Pelanggaran Kecil Perubahan dan dampak kecil terhadap proyek
    Ringan Varian 5%-10% terhadap anggaran Cidera ringan, perawatan medis dan penundaan beberapa hari 3 – 6 bulan Sesuai tujuan, tetapi ada kerugian sementara dari sisi layanan, atau kinerja unsur-unsur non-inti yang berada dibawah standar Pelanggaran prosedur/ pedoman internal Perubahan memberikan dampak yang signifikan terhadap proyek
    Sedang Varian 10%-20% terhadap anggaran Cidera: Kemungkinan rawat inap dan banyak penundaan hari 6 – 12 bulan Kerugian sementara unsur proyek inti, atau standar kinerja unsur inti yang menjadi berada di bawah standar Pelanggaran kebijakan/ peraturan pemerintah Ketidakstabilan situasi berdampak pada keuangan dan kinerja.
    Besar Varian 20%_30% terhadap anggaran Cacat sebagian atau penyakit jangka panjang atau beberapa cidera serius 1 – 2 tahun Ketidakmampuan untuk memenuhi unsur inti, dan secara signifikan menjadikan proyek dibatalkan Pelanggan lisensi atau hukum, pengenaan penalti Ketidakstabilan berdampak pada keuangan dan kinerja
    Serius Varian 30%-50% terhadap anggaran Kematian atau cacat permanen >2 tahun Kegagalan total proyek Intervensi peraturan atau tuntutan, pengenaan penalti Ketidakstabilan menyebabkan penghentian layanan
  5. Konsekuensi Risiko
    Peringkat Keterangan
    Hampir Pasti Terjadi Ada kemungkinan kuat risiko ini akan terjadi sewaktu-waktu seperti yang telah terjadi di proyek lainnya.
    Mungkin Sekali Terjadi Risiko mungkin terjadi sewaktu-waktu karena adanya riwayat kejadian kasual
    Mungkin  Terjadi Tidak diharapkan, tapi ada sedikit kemungkinan terjadi sewaktu-waktu
    Jarang Terjadi Sangat tidak mungkin, tetapi dapat terjadi dalam keadaan luar biasa. Bisa terjadi, tapi mungkin tidak akan pernah terjadi
    Hampir Tidak Mungkin Terjadi Risiko ini secara teoritis dimungkin terjadi, namun belum pernah didapati terjadi di proyek lainnya.
  6. Matriks Risiko
    Kemungkinan KONSEKUENSI
    Tidak Penting Ringan Sedang Besar Serius
    Hampir Pasti Menengah Menengah Menengah Menengah Tertinggi
    Mungkin Sekali Ringan Menengah Menengah Menengah Tertinggi
    Mungkin Ringan Menengah Menengah Menengah Menengah
    Jarang Ringan Ringan Menengah Menengah Menengah
    Hampir Tidak Mungkin Ringan Ringan Ringan Menengah Menengah
  7. Mitigasi Risiko
    Mitigasi risiko bertujuan untuk memberikan cara mengelola risiko terbaik dengan mempertimbangkan kemampuan pihak yang mengelola risiko dan juga dampak risiko. Mitigasi risiko ini berisi rencana-rencana yang harus dilakukan pemerintah dalam kondisi preventif, saat risiko terjadi, ataupun paska terjadinya risiko. Mitigasi risiko ini dapat berupa penghapusan risiko, meminimalkan risiko, mengalihkan risiko melalui asuransi atau pihak ketiga lainnya, atau menerima/menyerap risiko tersebut.