Bab 4. Kajian Teknis

Bab 3. Kajian Hukum dan Kelembagaan
29/11/2017
Bab 5. Kajian Ekonomi dan Komersil
29/11/2017
  1. Kondisi Sampah Eksisting
    Menjelaskan kondisi pengelolaan dan pengolahan sampah eksisting. Data-data yang digunakan dapat diambil dari dokumen-dokumen perencanaan yang ada yaitu Rencana Induk Persampahan, Perencanaan Teknis dan Manajemen Persampahan (PTMP), RDTR dan RTRW dan juga berdasarkan hasil survei timbulan sampah yang terjadi saat ini. Beberapa poin penting yang perlu diuraikan meliputi :

    1. Sumber Timbulan Sampah
      Menjelaskan tentang semua kegiatan yang menghasilkan sampah baik melalui kegiatan perorangan/rumah tangga, komunitas/kelembagaan, kegiatan intitusi pemerintahan maupun kegiatan instistusi swasta.
    2. Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik SampahMenjelaskan tentang jumlah timbulan sampah yang dihasilkan dari masing-masing sumber penghasil sampah, termasuk didalamnya komposisi dan karakteristik sampah yang dihasilkan.
    3. Kondisi Pengelolaan Sampah Eksisting di Daerah PelayananMenjelaskan kondisi pengelolaan sampah daerah cakupan pelayanan dalam lingkup kawasan,  kota/kabupaten maupun cakupan pelayanan sampah secara regional/nasional baik yang sudah dilakukan oleh pemerintah melalui pendekatan peran serta masyarakat dan secara institusi maupun pelayanan yang sudah dilakukan oleh institusi swasta.
  2. Kajian Sistem Pengelolaan Sampah
    Dilakukan pengkajian terhadap proyeksi timbulan sampah selama periode perencanaan yang mengacu pada data primer perhitungan timbulan sampah beserta komposisi dan karakteriktiknya,  jumlah penduduk di wilayah pelayanan, proyeksi penduduk berdasarkan tingkat pertumbuhannya, dan sebagainya.

    1. Kependudukan
      Pembahasan akan meliputi:

      • Jumlah penduduk saat ini di wilayah perencanaan.
      • Tingkat pertumbuhan kabupaten/kota atau wilayah perencanaan.
      • Proyeksi penduduk di wilayah perencanaan.
    2. Jumlah Timbulan Sampah
      • Menghitung jumlah rata-rata timbulan sampah yang dihasilkan per orang per hari saat ini yang didapatkan dari hasil survei timbulan sampah di daerah sumber sampah yang akan menjadi daerah prioritas pelayanan.
      • Proyeksi jumlah timbulan sampah yang akan dihasilkan oleh intitusi penghasil sampah/sumber sampah sampai dengan tahun perencanaan di daerah prioritas zona pelayanan.
      • Penetapan daerah zona prioritas pelayanan dan target jumlah timbulan sampah yang akan dikelola.
  3.  Rencana Teknis Operasional
    • Menetapkan standar pelayanan minimal dalam pengelolaan sampah yang disepakati melalui skema KPBU.
    • Menentukan daerah prioritas pelayanan pengelolaan sampah yang akan dilakukan skema kerjasama KPBU
    • Merumuskan strategi sistem pengembangan pengelolaan sampah dengan skema sebagai berikut:
    • Menjelaskan tentang proses pemilahan dan pewadahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, pemrosesan akhir dan perhitungan kebutuhan sarana dan prasarana persampahan.
      1. Sistem Pemilahan dan Pewadahan
        Meliputi jumlah sarana prasarana yang digunakan untuk melakukan pemilahan dan pewadahan sampah dari sumber sampah.
      2. Sistem Pengumpulan
        Meliputi informasi mengenai jumlah sarana pengumpul sampah, baik melalui skema pengumpulan secara individual langsung/tidak langsung dan skema pengumpulan secara komunal langsung/tidak langsung. Termasuk di dalamnya mengenai rencana pola tempat penampungan sementara (TPS). Sebagai contoh adalah TPS 3R. TPS 3R adalah tempat dilaksanakannya kegiatan pengumpulan, pemilahan, penggunaan ulang, pendauran ulang, dan pengolahan skala kawasan

        • Kriteria Teknis:• Luas ≥ 200 m2.
        • Lokasi TPS 3R ≤ 1 km.
        • TPS 3R dilengkapi dengan ruang pemilah, pengomposan sampah organik, gudang, zona penyangga (buffer zone) dan tidak mengganggu estetika serta lalu lintas.
        • Keterlibatan aktif masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah.
      3. Sistem Pengangkutan Sampah
        Meliputi penjelasan mengenai pola pengangkutan/siklus perjalanan sampah, volume dan jumlah kendaraan sampah yang masuk Stasiun Peralihan Antara (SPA) maupun ITF (Intermediate Treatment Facility). Berikut ini adalah analisa skema kelayakan pembangunan SPA dalam suatu kawasan

        Sedangkan untuk skala pembangunan SPA skala kota harus memenuhi kriteria dan syarat teknis sebagai berikut :

        • Lahan ≥ 2 Ha.
        • Sampah ≥ 500 ton/hari.
        • SPA di dalam kota.
        • Lokasi penempatan SPA ke permukiman terdekat paling sedikit 1 km.
      4. Sistem Pengolahan Sampah
        Meliputi penjelasan tentang sistem teknologi pengolahan sampah yang akan dikerjasamakan melalui skema kerjasama KPBU. Jenis Pengolahan sampah meliputi :

        1. Transformasi Fisik:
          • Pemisahan komponen sampah.
          • Mengurangi volume sampah dengan pemadatan atau kompaksi.
          • Mereduksi ukuran dari sampah dengan proses pencacahan.
        2. Transformasi Biologi
          • Perubahan bentuk sampah dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk mendekomposisi sampah menjadi bahan stabil yaitu kompos. Teknik biotransformasi yang umum dikenal adalah: komposting secara aerobik dan penguraian secara anaerobik.
        3. Transformasi Kimia
          • Perubahan bentuk sampah secara kimiawi dengan menggunakan prinsip proses pembakaran atau insenerasi. Proses pembakaran sampah dapat didefinisikan sebagai pengubahan bentuk sampah padat menjadi fasa gas, cair, dan produk padat yang terkonversi, dengan pelepasan energi panas.
            Berikut ini adalah beberapa contoh pilihan teknologi yang dapat dilakukan kerjasama dalam skema KPBU pada sarana ITF (Intermediate Treatment Facility) :
          • Anaerobic Digester.
          • Mechanical Biological Treatment (MBT).
          • Insinerasi.
          • Pirolisis.
          • Gasifikasi.
      5. Pemrosesan Akhir
        Meliputi kegiatan yang akan dilakukan melalui kerjasama KPBU dalam pemanfaatan sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA). Beberapa pemilihan teknologi diantaranya waste to energy untuk pemanfaatan tenaga listrik.
      6. Perhitungan Sarana dan Prasrana
        Spesifikasi Teknis Keterangan
        Suplai sampah
        • Jenis sampah
        • Jumlah timbunan per hari
        • Nilai bakar desain
        Pengangkutan sampah dan penyimpanan
        • Metode pengangkutan sampah
        • Waktu pengiriman
        • Kapasitas penyimpanan bunker
        Sistem grate dan boiler
        • Jumlah baris incinerator
        • Jumlah turbin
        • Sistem ramah lingkungan
        • Parameter uap
        • Efisiensi pembakaran
        Siklus air – uap Teknologi
        Pemindahan abu bawah dan residu
        • Kondisi saat pemindahan
        • Metode pemindahan
        Flue Gas Treatment (FGT) dan Water Treatment
        • Batas emisi
        • Tinggi cerobong
        • Kesesuaian dengan baku mutu lingkungan
        • Desain furnace
        • Sistem pengolahan air limbah
        Umur ekonomis fasilitas
        Luas bangunan
        Desain sistem
        Material

        Menjelaskan tentang kebutuhan sarana prasrana yang akan disediakan oleh PJPK maupun pihak Badan Usaha Pelaksana dalam melakukan kerjasama KPBU.

  4. Spesifikasi Keluaran
    Spesifikasi keluaran menggambarkan output yang harus dipenuhi oleh Badan Usaha Pelaksana dalam pengelolaan sampah. Kesepahaman dan persepsi yang sama antara PJPK dengan Badan Usaha Pelaksana yang akan melakukan kerjasama diperlukan untuk menjamin pengelolaan sampah yang berkesinambungan dan sesuai target.
    Spesifikasi keluaran disesuaikan dengan kebutuhan serta teknologi pengelolaan yang akan diterapkan. Detil spesifikasi keluaran dapat dilihat pada Lampiran A.
    Sebagai referensi, berikut adalah contoh spesifikasi keluaran yang diatur dalam kerja sama pemerintah dengan badan usaha untuk pengelolaan sampah WtE (Waste to Energy) dengan teknologi insinerator:

    1. Data teknis
      • Jam operasi.
      • Kapasitas listrik bersih.
    2. Spesifikasi Teknis
  5. Jadwal Pelaksanaan Konstruksi
    Menguraikan jadwal pelaksanaan konstruksi dan pengadaan peralatan yang akan dilakukan.