Bab 3. Kajian Teknis

Bab 2. Kajian Kebutuhan dan Kepatuhan
02/12/2017
Bab 4. Kajian Ekonomi dan Komersial
02/12/2017

Kondisi Eksisting

  1. Kondisi Pengelolaan Lumpur Tinja
    Menjelaskan kondisi pengelolaan dan pengolahan air limbah eksisting. Data-data yang digunakan dapat diambil dari dokumen-dokumen perencanaan yang ada, dan juga berdasarkan hasil survei kondisi pengelolaan yang terjadi saat ini. Beberapa poin penting yang perlu diuraikan meliputi :

    • Sumber Timbulan Lumpur tinja
      Menjelaskan tentang semua kegiatan yang menghasilkan air limbah domestik baik melalui kegiatan perorangan/rumah tangga, komunitas/kelembagaan, kegiatan institusi pemerintahan maupun kegiatan instistusi swasta
    • Timbulan, Komposisi, dan Karakteristik Lumpur tinja
      Menjelaskan tentang jumlah timbulan air limbah domestik yang dihasilkan dari masing-masing sumber penghasil Lumpur tinja, termasuk didalamnya komposisi dan karakteristik Lumpur tinja yang dihasilkan
    • Kondisi Pengelolaan Air Limbah Eksisting di Daerah Pelayanan
      Menjelaskan kondisi pengelolaan lumpur tinja di daerah cakupan pelayanan dalam lingkup kawasan, kota/kabupaten maupun cakupan pelayanan pengelolaan air limbah secara regional/nasional baik yang sudah dilakukan oleh pemerintah melalui pendekatan peran serta masyarakat dan secara institusi maupun pelayanan yang sudah dilakukan oleh institusi swasta.
  2. Kajian Sistem Pengelolaan Lumpur Tinja
    Dilakukan pengkajian terhadap proyeksi timbulan air limbah dan lumpur tinja selama periode perencanaan yang mengacu pada data primer perhitungan timbulan Lumpur tinja beserta komposisi dan karakteriktiknya, jumlah penduduk di wilayah pelayanan, proyeksi penduduk berdasarkan tingkat pertumbuhannya, dan sebagainya.

    • Kependudukan , pembahasan akan meliputi:
      • Jumlah penduduk saat ini di wilayah perencanaan.
      • Tingkat pertumbuhan kabupaten/kota atau wilayah perencanaan.
      • Proyeksi penduduk di wilayah perencanaan
    • Jumlah Timbulan Lumpur Tinja
      • Perhitungan jumlah rata-rata timbulan Lumpur tinja yang dihasilkan per orang per hari saat ini yang didapatkan dari hasil survei timbulan Lumpur tinja di daerah sumber lumpur tinja yang akan menjadi daerah prioritas pelayanan.
      • Proyeksi jumlah timbulan lumpur tinja yang akan dihasilkan oleh intitusi penghasil air limbah domestik sampai dengan tahun perencanaan di daerah prioritas zona pelayanan.
      • Penetapan daerah zona prioritas pelayanan dan target jumlah timbulan Lumpur tinja yang akan dikelola
  3. Rencana Teknis Operasional
    Dilakukan pengkajian terhadap proyeksi timbulan air limbah dan lumpur tinja selama periode perencanaan yang mengacu pada data primer perhitungan timbulan Lumpur tinja beserta komposisi dan karakteriktiknya, jumlah penduduk di wilayah pelayanan, proyeksi penduduk berdasarkan tingkat pertumbuhannya, dan sebagainya.

    • Menetapkan standar pelayanan minimal dalam pengelolaan air limbah yang disepakati melalui skema KPBU.
    • Menentukan daerah prioritas pelayanan pengelolaan air limbah yang akan dilakukan skema kerjasama KPBU
    • Merumuskan strategi sistem pengembangan pengelolaan air limbah- Menjelaskan tentang proses penyedotan dan, pengangkutan, pengolahan, pemrosesan akhir lumpur tinja serta perhitungan kebutuhan sarana dan prasarana pengelolaan air limbah.
    • Sistem Penyedotan dan Penampungan¬† Meliputi jumlah sarana prasarana yang digunakan untuk melakukan penyedotan dan penampungan lumpur tinja baik dari kegiatan rumah tangga, industri, perkantoran, dan lain-lain.
    • Sistem Penyedotan¬† Meliputi informasi mengenai jumlah sarana pengumpul lumpur tinja, baik melalui skema penyedotan secara individual langsung/tidak langsung dan skema penyedotan secara komunal langsung/tidak langsung. Termasuk di dalamnya mengenai rencana pola Instalasi Pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT).
  4. Sistem Pengolahan Lumpur Tinja
    Meliputi penjelasan tentang skema dan teknologi pengolahan lumpur tinja yang akan dikerjasamakan melalui skema kerjasama KPBU. Jenis Pengolahan lumpur tinja meliputi:

    • Transformasi Fisik
      • Pemisahan komponen Lumpur tinja
      • Mengurangi volume Lumpur tinja Masyarakat dengan penyedotan
      • Mereduksi ukuran dari lumpur tinja dengan proses pengelolaan air limbah
    • Transformasi Biologi
      Perubahan bentuk lumpur tinja dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk mendekomposisi lumpur tinja menjadi bahan stabil air yang dapat di alirkan ke sungai. Teknik biotransformasi yang umum dikenal adalah: pengelolaan secara aerobik dan penguraian secara anaerobik.
    • Transformasi Kimia
      Perubahan bentuk lumpur tinja secara kimiawi dengan menggunakan prinsip proses pengelohan melalui mesin. Proses pengelohan lumpur tinja dapat didefinisikan sebagai pengubahan bentuk lumpur tinja padat menjadi cair, dan produk padat yang memisahkan kadar air .
      Berikut ini adalah beberapa contoh pilihan teknologi yang dapat dilakukan kerjasama dalam skema KPBU pada sarana ITF (Intermediate Treatment Facility) :

      • Anaerobic Digester.
      • Mechanical Biological Treatment (MBT).
  5. Pemrosesan Akhir
    Meliputi kegiatan yang akan dilakukan melalui kerjasama KPBU dalam pemanfaatan hasil pengolahan lumpur tinja di IPLT. Beberapa pemilihan teknologi diantaranya waste to energy untuk pemanfaatan tenaga listrik.
  6. Perhitungan Sarana dan Prasrana
    Menjelaskan tentang kebutuhan sarana prasarana yang akan disediakan oleh PJPK maupun pihak Badan Usaha Pelaksana dalam melakukan kerja

Spesifikasi Keluaran

Spesifikasi keluaran menggambarkan output yang harus dipenuhi oleh Badan Usaha Pelaksana dalam pengelolaan lumpur tinja. Kesepahaman dan persepsi yang sama antara PJPK dengan Badan Usaha Pelaksana yang akan melakukan kerjasama diperlukan untuk menjamin pengelolaan lumpur tinja yang berkesinambungan dan sesuai target. Spesifikasi keluaran disesuaikan dengan kebutuhan serta teknologi pengelolaan yang akan diterapkan. Detil spesifikasi keluaran dapat dilihat pada Lampiran A. Sebagai referensi, berikut adalah beberapa spesifikasi keluaran yang setidaknya perlu diatur dalam kerjasama pemerintah dengan badan usaha untuk pengelolaan lumpur tinja WtE (Waste to Energy).

Jadwal Pelaksanaan Kontruksi

Menguraikan jadwal pelaksanaan konstruksi dan pengadaan peralatan yang akan dilakukan.