Bab 4. Kajian Teknis

Bab 3. Kajian Hukum dan Kelembagaan
24/11/2017
Bab 5. Kajian Ekonomi dan Komersial
24/11/2017

Kondisi Eksisting

Sub-bab kondisi eksisting ini ditujukan untuk menguraikan kondisi penyelenggaraan pendidikan, khususnya SMKN, di wilayah perencanaan. Beberapa kondisi eksisting yang perlu diuraikan diantaranya meliputi:

  1. Kondisi Geografis Lokal
    Menceritakan kondisi geografis lokal secara umum wilayah kabupaten/kota sampai dengan kondisi geografis di rencana lokasi pengembangan SMKN XXX.
  2. Kondisi Sosial, Ekonomi dan Budaya
    Kondisi sosial ekonomi dan budaya mnerupakan faktor penting untuk melihat potensi kebutuhan penyediaan sekolah SMKN. Beberapa kondisi sosial ekonomi yang perlu ditinjau antara lain :

    • Struktur penduduk menurut mata pencarian dan pendidikan
    • Tingkat kepadatan dan pertumbuhan penduduk sesuai data sensus BPS tahun terakhir
    • Tingkat pendapatan ekonomi rumah tangga
    • PDRB
    • Pola pertumbuhan PDRB
    • Proyeksi PDRB
  3. Kondisi SMKN Eksisiting
    Menjelaskan mengenai jumlah, tipe (jurusan), fasilitas, daya tampung, lokasi dan kondisi SMKN yang ada saat ini.

Tinjauan Tata Ruang

Tinjauan tata ruang berisikan mengenai kondisi eksisting tata ruang wilayah kabupaten/kota bersangkutan dan juga secara lebih mendetail di rencana lokasi SMK yang akan dikerjasamakan. Tinjauan tersebut meliputi:

  • Struktur tata ruang
  • Rencana detil tata ruang
  • Peraturan zonasi
  • Rencana pengembangan

Dalam kajian ini perlu disimpulkan bagaimana kesesuaian rencana lokasi SMKN yang akan dikerjasamakan dilihat dari aspek tata ruang

Aspek Utilitas

Pada bagian ini diuraikan mengenai kondisi utilitas di wilayah kabupaten/kota bersangkutan secara umum dan juga kondisi utilitas di rencana lokasi SMKN. Kajian tersebut meliputi:

  1. Sumber Tenaga Listrik
    Menguraikan ketersediaan pasokan listrik secara umum dan juga di wilayah lokasi SMKN, sehingga dapat disimpulkan kesiapan utilitas listrik untuk pengembangan fasilitas pendidikan yang akan dikerjasamakan.
  2. Sumber Air Bersih
    Menguraikan sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat secara umum, termasuk juga cakupan lokasi pelayanan air minum perpipaan yang ada. Akan sangat baik jika disampaikan dalam bentuk peta.
  3. Pengelolaan Limbah
    Menguraikan sistem pengelolaan limbah cair dan limbah padat yang saat ini berlangsung di wilayah perencanaan, termasuk juga cakupan pelayanan, sistem pengelolaan, sistem pembuangan limbah, dan sebagainya.
  4. Sistem Transportasi
    Menguraikan sistem transportasi yang tersedia dil wilayah perencanaan, termasuk didalamnya sistem transportasi berupa angkutan kota, bis, MRT, LRT, dan sebagainya bila ada.

Kajian Kebutuhan

Dalam sub-bab diuraikan kebutuhan akan infrastruktur fasilitas pendidikan (SMKN) berdasarkan proyeksi penduduk berdasarkan umur, ketersediaan fasilitas pendidikan, terutama yang setara dengan SMKN, ketersediaan sekolah saat ini, potensi penyerapan tenaga terampil, dan sebagainya.

  1. Proyeksi Penduduk
    Bagian ini menguraikan proyeksi penduduk berdasarkan umur
  2. Potensi Peserta Didik.
    Menjelaskan tentang perimbangan antara jumlah SMK dengan jumlah penduduk usia sekolah di wilayah tersebut.
  3. Kebutuhan Fasilitas
    Bagian ini menjelaskan tentang kebutuhan fasilitas pendidikan dengan membandingkan antara jumlah ada fasilitas yang ada saat ini dengan fasilitas yang dibutuhkan berdasarkan perhitungan di bagian atas.
  4. Potensi Penyerapan Lulusan SMKN
    Bagian ini menjelaskan tentang potensi sumber daya wilayah yang membutuhkan keahlian kejuruan dari lulusan SMK dan data potensi lapangan pekerjaan di wilayah terserbut.
  5. Dukungan Masyarakat dan Dunia Usaha
    Menjelaskan tentang adanya dukungan masyarakat dan dunia usaha/industri terhadap kebutuhan adanya SMK.

Rancang Bangun Awal

Dalam sub-bab ini akan diuraikan rancang bangun awal infrastruktur fasilitas pendidikan yang akan dikerjasamakan, mulai dari desain sampai dengan serah terima aset. Hal-hal yang perlu dikaji dan diuraikan dalam sub-bab ini adalah seperti di bawah ini.

  1. Klasifikasi Sekolah
    Pada bagian ini menceritakan klasifikasi atau kategori sekolah yang akan dikerjasamakan.
  2. Visi dan Misi Sekolah
    Pada bagian ini diuraikan visi dan misi SMKN XX.
  3. Lokasi Sekolah
    Pada bagian ini diuraikan tentang lokasi SMKN XX secara detail, termasuk peta lokasi. Dijelaskan juga mengenai pemilihan lokasi dengan mempertimbangkan ketentuan dan pertimbangan-pertimbangan lainnya seperti:

    • Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Sarana dan Prasarana Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMK/MAK).
    • Mengacu pada Peraturan Daerah tentang RTRW Kabupaten/Kota.
    • Mengacu pada peraturan zonasi.
    • Mengacu pada perundangan tentang pencemaran air.
    • Mengacu pada perundangan tentang baku mutu kebisingan.
    • Mengacu pada perundangan tentang pencemaran udara.
  4. Jumlah Siswa dan Tenaga Pengajar
    Pada bagian ini diuraikan perkiraan jumlah siswas dan tenaga pengajar yang akan ditampung di SMKN XX.
  5. Prasarana Pendidikan
    Pada bagian ini diuraikan prasarana dan sarana yang akan dibangun, yang dikelompokkan dalam :

    • Ruang Pembelajaran Umum.
    • Ruang Penunjang.
    • Ruang Pembelajaran Khusus.
      Jenis prasarana dan sarana yang akan dibangun disesuaikan dengan ketentuan dalam pedoman teknis yang disusun oleh Direktorat Pembinaan SMK.
      Selain penyediaan ruang

Spesifikasi Keluaran

  1. Ruang Lingkup Kerjasama
    Pada sub-bab ini diuraikan lingkup kegiatan yang akan dikerjasamakan antara pemerintah dengan badan usaha dalam pembangunan, pengembangan, dan/atau pengelolaan SMKN.
  2. Standar Pelayanan Minimum
    Spesifikasi Keluaran adalah standar minimum yang harus dipenuhi oleh Badan Usaha Pelaksana dalam pengelolaan SMKN selama periode kerjasama. Beberapa hal yang dapat menjadi indikator spesifikasi keluaran diantaranya adalah:

    1. Jumlah rombongan belajar
    2. Kapasitas maksimum ruang kelas
    3. Perbandingan luas lahan efektif
    4. Koefisien dasar bangunan
    5. Sistem keamanan yang akan diterapkan
    6. Daya minimum instalasi listrik yang disediakan
    7. Jenis dan rasio sarana SMKN sesuai dengan program keahlian berdasarkan Permendiknas No. 40 tahun 2008.
    8. Sistem penyediaan air bersih dan pengelolaan air limbah dan limbah padat yang akan diterapkan.
  3. Tahapan Pengembangan
    Tahapan pembangunan, pengembangan, dan/atau pengelolaan SMKN perlu diuraikan dalam sub-bab ini, mulai dari perencanaan, pembangunan, serta pengoperasian dan pemeliharaan selama periode kerjasama.