Latar Belakang

Tujuan Toolkit KPBU
04/12/2017

Permasalahan Umum yg dihadapi Pasar Tradisional

  • Banyaknya pedagang yang tidak tertampung
  • Pasar tradisional mempunyai kesan kumuh.
  • Dagangan yang bersifat makanan siap saji terkesan kurang higienis.
  • Pasar modern yang banyak tumbuh dan berkembang merupakan pesaing serius pasar tradisional.
  • Rendahnya kesadaran pedagang untuk mengembangkan usahanya dan menempati tempat pasar yang sudah ditentukan.
  • Banyaknya pasar yang berstatus sebagian tanah milik Pemerintah Daerah dan sebagian milik Pemerintah Desa.
  • Banyaknya pasar yang sampai saat ini tidak beroperasi secara maksimal, karena adanya pesaing pasar lain sehingga perlu pemanfaatan lokasi secara efektif.
  • Masih rendahnya kesadaran pedagang dalam membayar retribusi.- Masih adanya pasar yang kegiatannya hanya pada hari pasaran.

Model Pengembangan Pasar Tradisional

  • Persaingan yang terjadi antara pasar tradisional dan pasar modern terlihat tidak seimbang.
  • Banyak kelemahan dan kekurangan yang ada di pasar tradisional antara lain adalah pengelolaan yang tidak baik, bermodal kecil, skala usaha kecil dan lain-lain. Dengan kondisi tersebut pasar tradisional harus bersaing pada kegiatan retail pasar modern seperti mini market, mall, plaza, pusat perdagangan/perbelanjaan, departement store, supermarket, hypermarket.
  • Sementara tidak ada perbedaan segmen antara pasar modern dengan pasar tradisional. Tentu saja konsumen cenderung berbelanja ke tempat yang bersih, sehat, aman, nyaman, bahkan terkadang harganya lebih murah daripada membeli di pasar tradisional yang mempunyai kesan semrawut, gerah, becek, bau comberan, dan tidak nyaman
  • Bagaimana model pengembangan pasar tradisional yang dapat dilakukan untuk menjawab tantangan masa kini dan yang akan datang

Arah Kebijakan Perpres No 122 tahun 2007

Arah kebijakan Perpres No. 122 tahun 2007 ini sebagai berikut :

  • Pemberdayaan pasar tradisional agar dapat tumbuh dan berkembang serasi, saling memerlukan, saling memperkuat serta saling menguntungkan.
  • Memberikan pedoman bagi penyelenggaraan pasar tradisional, pusat perbelanjaan dan toko modern.
  • Memberikan norma-norma keadilan, saling menguntungkan dan tanpa tekanan dalam hubungan antara pemasok barang dengan toko modern.
  • Pengembangan kemitraan dengan usaha kecil, sehingga tercipta tertib persaingan dan keseimbangan kepentingan produsen, pemasok, toko modern dan konsumen.

Terbatasnya dana yang dimiliki, menyebabkan pemerintah tidak mampu membiayai pembangunan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya pembangunan infrastruktur pasar tradisional ini.

Dengan melihat kondisi tersebut, maka Pemerintah perlu membuat suatu terobosan pembangunan ekonomi fasilitas perkotaan yang dalam studi ini berfokus pada Pasar Umum yang memadai dengan memanfaatkan sumber pembiayaan alternatif, salah satunya melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).