Bab 3. Kajian Teknis

Bab 2 Kajian Kebutuhan dan Kepatuhan
04/12/2017
Bab 4. Kajian Ekonomi dan Komersial
04/12/2017

Kondisi Eksisiting

  1. Tatanan Pasar Umum
    Identifikasi terhadap tatanan pasar umum sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Detail Tata Ruang Wilayah, termasuk peraturan zonasinya.
  2. Potensi Ekonomi Daerah Setempat
    Menjelaskan mengenai identifikasi terhadap potensi ekonomi yang ada disekitar wilayah perencanaan.
  3. Kondisi Pasar Eksisting
    Menjelaskan mengenai Jumlah, luas, tipe, lokasi, dan kondisi pasar lama (bila berupa revitalisasi pasar umum eksisting).
  4. Aksesibilitas Wilayah
    Subbab ini berisi mengenai kondisi arus lalu lintas, fasilitas transportasi umum dan kedekatan dengan daerah perumahan dan perkantoran pada alternatif lokasi pasar umum.
  5. Perkembangan Pemukiman Baru
    Menjelaskan mengenai identifikasi terhadap permukiman baru yang ada di wilayah sekitar alternatif lokasi.
  6. Pola Kehidupan Masyarakat Setempat
    Menjelaskan mengenai kebiasaan belanja penduduk dalam memilih tempat untuk berbelanja atau memenuhi kebutuhan sehari-hari.
  7. Kondisi Sosio Ekonomi
    Kondisi sosioekonomi merupakan faktor penting untuk meninjau potensi perkembangan pasar umum ini. Beberapa kondisi sosioekonomi yang perlu ditinjau antara lain adalah:
  8. Struktur penduduk menurut mata pencarian dan pendidikan
    • Tingkat kepadatan dan pertumbuhan penduduk sesuai data sensus BPS tahun terakhir.
    • Tingkat pendapatan ekonomi rumah tangga
    • Kondisi kemitraan dengan UMKM- PDRB
    • Pola pertumbuhan PDRB- Proyeksi PDRB
  9. Kondisi Fisik Alam
    Kondisi fisik alam dapat dilihat dari topografi, kondisi geologis, rawan bencana dan sebagainya.

Tinjauan Tata Ruang

Tinjauan tata ruang berisikan mengenai kondisi eksisting tata ruang wilayah dari tiap-tiap alternatif lokasi infrastruktur kereta api tersebut meliputi:

  • Struktur tata ruang
  • Rencana detil tata ruang
  • Peraturan Zonasi
  • Rencana pengembangan

Perkiraan Permintaan dan Penawaran

Mengkaji rencana aksesibilitas terhadap lokasi proyek KPBU, dilihat dari aspek Kondisi lalu lintas dan moda pendukung lainnya.

  1. Prakiraan Permintaan (Demand)
    Prakiraan permintaan ini adalah permintaan baik secara total ataupun diperinci menurut daerah, jenis konsumen, perusahaan besar pemakai. Disini juga perlu diperkirakan tentang proyeksi permintaan tersebut.
  2. Prakiraan Penawaran (Supply)
    Prakiraan Penawaran ini baik yang berasal dari dalam negeri, maupun juga yang berasal dari impor. Bagaimana perkembangannya di masa lalu dan bagaimana perkiraan di masa yang akan datang. Faktor – faktor yang mempengaruhi penawaran ini, seperti jenis barang yang bisa menyaingi, perlindungan dari pemerintah dan sebagainya.

Pemilihan Lokasi Pasar Terbaik

  1. Ketentuan dan Pertimbangan
    • Mengacu pada RTRW Kabupaten/Kota.
    • Dekat dengan pemukiman penduduk atau pusat kegiatan ekonomi manyarakat.
    • Memiliki sarana dan prasarana transportasi yang menghubungkan Ibukota.
    • Kabupaten/Kota dan Ibukota Kecamatan dengan lokasi pasar baru yang akan dibangun.
  2. Analisis Multikriteria
    • Penentuan Kriteria.
      Kriteria yang sebaiknya dipenuhi dalam menentukan lokasi pasar :

      • Zoning (peruntukan lahan)- Fisik (physical features)
      • Utilitas- Transportasi- Parkir- Dampak lingkungan (sosial dan alam)
      • Pelayanan publik
      • Penerimaan/respon masyarakat (termasuk perubahan perilaku)
      • Permintaan dan penawaran (pertumbuhan penduduk, penyerapan tenaga kerja, distribusi pendapatan)
      • Kedekatan dengan pangsa pasar
      • Kedekatan dengan bahan baku- Ketersediaan tenaga listrik dan air
      • Iklim
      • Ketersediaan moda
      • Perlindungan terhadap kebakaran, perlindungan polisi, pelayanan kesehatan
      • Perumahan/permukiman penduduk
      • Peraturan setempat
      • Pertumbuhan kota di masa yang akan datang
    • Pembobotan Kriteria.
      Pembobotan dilakukan oleh seluruh stakeholder terkait seperti regulator, operator, dan user.
    • Analisis Multi Kriteria.
      Analisis multikriteria dilakukan dengan melakukan skoring terhadap masing-masing alternatif lokasi pasar umum berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Aspek Fisik

  1. Menentukan Klasifikasi Pasar Tradisional
    Pasar Tradisional diklasifikasikan atas 4 (empat) tipe:

    1. Pasar Tradisional tipe A
    2. Pasar Tradisional tipe B
    3. Pasar Tradisional tipe C
    4. Pasar Tradisional tipe D
  2. Penataan Fasilitas Bangunan dan Tata Letak Pasar
    • Bangunan ruko/toko/kios/los dibuat dengan ukuran standar ruang tertentu.
    • Petak atau blok dengan akses jalan pengunjung kesegala arah.
    • Pencahayaan dan sirkulasi udara yang cukup.
    • Penataan ruko/toko/kios/los berdasarkan jenis barang dagangan.
    • Bentuk bangunan pasar tradisional selaras dengan karakteritis budaya daerah.
  3. Penataan Sarana Pendukung
    • Kantor pengelola.
    • Areal parkir.
    • Tempat pembuangan sampah sementara/sarana pengelolaan sampah.
    • Air Bersih.
    • Sanitasi / Drainase.
    • Tempat Ibadah.
    • Toilet UMUM.
    • Pos keamanan.
    • Tempat pengelolaan limbah/Instalasi Pengelolaan Air Limbah.
    • Hidran dan fasilitas pemadam kebakaran.
    • Sarana komunikasi.
    • Area bongkar muat dagangan.
  4. Konstruksi Bangunan yang Ramah Lingkungan
    Konstruksi bangunan dirancang untuk ramah dengan lingkungan. Sehingga tidak ada pihak – pihak yang dirugikan oleh pembangunan pasar tradisional, bahkan pembangunan pasar diupayakan untuk menguntungkan berbagai pihak yang terkait dengan pembangunan pasar. Konstruksi yang ramah lingkungan diantaranya adalah :

    • Peralatan
    • Kontrol Polusi Air dan Limbah
    • Kontrol Polusi Udara
    • Kontrol Polusi Suara
    • Dampak Ekologis
    • Pemakaian Energi
  5. Perhitungan Struktur dan Perhitungan Umur Bangunan
    Pembangunan pasar Tradisional ini diharapkan mempunyai umur yang panjang (misalnya 30 tahun). Sehingga strukturnya juga disesuaikan dengan umur bangunan yang ditetapkan.
  6. Penataan Jalan Akses Masuk
    Akses jalan masuk perlu ditata dengan baik, sehingga pengunjung dan pedagang merasa nyaman dalam memasuki atau keluar pasar tradisional.
  7. Penataan Lalu Lintas
    Lalu lintas jalan raya yang berdekatan dengan akses masuk menuju kawasan pasar perlu ditata. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar pejalan atau pengguna jalan lain. Sehingga keberadaan pasar tradisional tidak mengganggu lalu lintas jalan raya.
  8. Gambar Rencana Pasar Umum
    • Lokasi Pasar
      • Titik Koordinat
      • Patok Referensi (benchmarck)
      • Tata Letak Lahan
      • Tata Guna Lahan
    • Tata Letak / Denah Infrastruktur Pasar
    • Skala Gambar
      • Menggunakan besaran tertentu sehingga semua gambar dan notasinya dapat terbaca dengan jelas
      • Menggunakan sistem skala batang (bar scale) dan/atau skala angka
      • Menggunakan skala gambar 1:1000 atau yang lebih besar.
    • Gambar Rencana
      Rencana layout pasar umum untuk tiap-tiap alternatif lokasi disajikan dalam gambar teknik.

Spesifikasi Keluaran

Variabel Spesifikasi keluaran antara lain seperti disajikan pada tabel di bawah ini.

Jadwal Pelaksanaan Konstruksi

Menguraikan jadwal pelaksanaan konstruksi dan pengadaan peralatan yang akan dilakukan.