Bab 1. Pendahuluan

Ringkasan Eksekutif
23/11/2017
Bab 2. Kajian Kebutuhan dan Kepatuhan
23/11/2017

Latar Belakang

Menguraikan secara umum latar belakang diperlukannya proyek KPBU Kawasan Pariwisata yang dimaksud. Perlu ditelusuri dan diuraikan kebutuhan rintisan pengembangan, pengembangan, maupun revitalisasi kawasan pariwisata yang akan dikembangkan melalui KPBU. Penelusuran dapat dilakukan melalui pencarian atau penemuan langsung  destinasi wisata di lapangan, maupun yang direkomendasikan oleh lembaga resmi atau ternama, serta dapat pula penelusuran dari pemenuhan target-target pembangunan pariwisata melalui dokumen resmi kementerian, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, seperti RPJMN, Renstra Kementerian, RPJMD provinsi/kabupaten/kota, dan rencana induk pengembangan pariwisata nasional maupun daerah (provinsi/kabupaten/kota), serta masterplan/rencana induk suatu kawasan pariwisata.

Beberapa poin penting untuk dapat dimasukkan dalam Latar Belakang ini antara lain meliputi:

  1. Kondisi penyelenggaraan destinasi/kawasan pariwisata secara nasional, beserta data-data pendukungnya. Misalkan secara keseluruhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnu) dan perkembangannya, kemudian secara spesifik porsi jumlah wisman dan wisnu yang yang datang pada wilayah destinasi wisata yang akan dikembangkan.
  2. Uraian target Pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan dan penyelenggaraan pariwisata secara nasional kemudian dirinci menurut provinsi dan kabupaten lokasi destinasi wisata yang dimaksudkan akan dikembangkan kawasan wisatanya.
  3. Kondisi umum layanan dan pengelolaan pariwisata di Provinsi atau Kabupaten/Kota bersangkutan secara umum, meliputi kondisi sarana dan prasarana pariisata meliputi elemen atraksi, ameniti dan aksesibiltas dan promosi pariwisata..
  4. Peluang peningkatan wisman dan wisnu sebagai akibat pengembangan kawasan pariwisata yang dimaksud dan akan diuraikan pra studi-kelayakannya ini.
  5. Upaya dan kebijakan pemerintah pusat maupun daerah bersangkutan dalam maksud peningkatan jumlah wisman dan wisnu di wilayah kerjanya.
  6. Kendala yang dihadapi dalam pembiayaan dalam meningkatkan kualitas penyediaan dan/atau penyelenggaraan pariwisata di wilayah kerjanya.
  7. Kesimpulan akan adanya kebutuhan pembiayaan untuk meningkatkan kualitas dan kualitas destinasi pariwisata (elemen atraksi dan/atau ameniti dan/atau aksesibilitas pariwisata) dalam rangka peningkatan jumlah dan lama tinggal wisatawan, melalui penyelenggaraan kawasan pariwisata dengan melibatkan pihak swasta melalui skema KPBU.

Maksud dan Tujuan

Dalam sub-bab ini diuraikan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Pra-Studi Kelayakan tersebut.

  1. Maksud
    Mendefinisikan maksud penyusunan Prastudi Kelayakan proyek KPBU. Contoh dari maksud tersebut antara lain sebagai berikut:

    • Mengkaji kelayakan proyek KPBU dan mendorong minat swasta untuk berinvestasi dalam pembiayaan penyediaan ataupun penyelenggaraan kawasan/destinasi pariwisata secara utuh maupun bagian dari sarana/prasarana elemen atarksi, ameniti, aksesibilitas pariwisatanya
    • Mengembangkan struktur pembiayaan penyediaan ataupun penyelenggaraan kawasan/destinasi pariwisata melalui skema
    • Menyampaikan kajian kelayakan pembiayaan penyediaan ataupun penyelenggaraan kawasan/destinasi pariwisata melalui skema KPBU.
    • Memberikan informasi awal dan langkah-langkah penyiapan KPBU bidang pariwisata, khususnya KPBU tentang kawasan wisata dengan penyusunan studi kelayakan awal
    • Memberikan kajian kelayakan pembiayaan penyediaan ataupun penyelenggaraan elemen pariwisata (salah satu atau kesemuanya : elemen atraksi, ameniti dan aksesibilitas, plus promosi) dalam rangka peningkatan jumlah wisatawan, lama tinggal serta belanja wisata di suatu kawasan /destinasi wisata.
  2. Tujuan
    Mendefinisikan tujuan penyusunan Prastudi Kelayakan proyek KPBU ini. Contoh dari tujuan tersebut antara lain:

    • Memberikan pemahaman akan kelayakan dalam penyediaan dan/ataupun penyelenggaraan destinasi/kawasan pariwisata melalui skema KPBU.
    • Memastikan peningkatan kualitas penyelenggaraan kawasan pariwisata.
    • Terciptanya transfer teknologi maupun kemampuan manajerial dalam memberikan pelayanan dan fasilitas pada kawasan/destinasi pariwisata di wilayah proyek.
    • Meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam pelayanan pariwisata melalui pengembangan kawasan wisata.
    • Dan/atau lain-lain.

Sistematika Pembahasan

Menjelaskan sistematika pembahasan dokumen Prastudi Kelayakan beserta uraian singkat isi dari tiap-tiap bab dalam Pra-Studi Kelayakan, yaitu:

  • Ringkasan Eksekutif
  • Bab 1 : Pendahuluan
  • Bab 2 : Kajian Kebutuhan dan Kepatuhan
  • Bab 3 : Kajian Hukum dan Kelembagaan
  • Bab 4 : Kajian Teknis
  • Bab 5 : Kajian Ekonomi dan Komersial
  • Bab 6 : Kajian Lingkungan dan Sosial
  • Bab 7 : Kajian Bentuk KPBU
  • Bab 8 : Kajian Risiko
  • Bab 9 : Kajian Kebutuhan Dukungan Pemerintah dan/atau Jaminan Pemerintah
  • Bab 10 : Kajian Mengenai Hal-hal yang Perlu Ditindaklanjuti (Outstanding Issues)
  • Bab 11 : Kajian Pengadaan