Bab 4. Kajian Teknis

Bab 3. Kajian Hukum dan Kelembagaan
23/11/2017
Bab 5. Kajian Ekonomi dan Komersial
23/11/2017

Kondisi Eksisting

Sub-bab kondisi eksisting ini ditujukan untuk menguraikan kondisi penyelenggaraan destinasi/kawasan pariwisata, di wilayah perencanaan. Beberapa kondisi eksisting yang perlu diuraikan diantaranya meliputi:

  1. Kondisi Geografis Lokal
    Menceritakan kondisi geografis lokal secara umum wilayah kabupaten/kota sampai dengan kondisi geografis di rencana lokasi pengembangan dan penyelenggaraan kawasan pariwisata yang akan dikembangkan. Bahasan termasuk, sebaran elemen atraksi dan ameniti dan aksesibilitas pariwisata.
  2. Kondisi Sosial, Ekonomi dan Budaya
    Kondisi sosial ekonomi dan budaya mnerupakan faktor penting untuk melihat potensi pengembangan dan penyelenggaraan kawasan pariwisata yang akan dikembangkan. Beberapa kondisi sosial ekonomi yang perlu ditinjau antara lain :

    • Besaran kunjungan wisatawan menurut jumlah, lama menetap dan perkiraan belanja wisatawan secara time-series;
    • Sebaran, jumlah dan jenis atraksi bagi wisatawan dan pendapatan yang dihasilkan, secara time-seires;
    • Sebaran, jumlah dan jenis layanan ameniti bagi wisatawan dan frekuensi pemanfaatannya oleh wisatawan, secara time series;
    • Jenis dan jumlah prasarana dan sarana angkutan yang tersedia dan porsi aktivitas bagi wisatawan
    • Tingkat pendapatan ekonomi rumah tangga
    • PDRB dan porsi sektor pariwisata
    • Pola pertumbuhan PDRB
    • Proyeksi PDRB
  3. Kondisi Kawasan Pariwisata
    Menjelaskan mengenai lokasi, jumlah, jenis, kondisi dan daya tampung  kawasan pariwisata yang ada saat ini dan jumlah kunjungan wisatawan yang ada saat ini.

Tinjauan Tata Ruang

Tinjauan tata ruang berisikan mengenai kondisi eksisting tata ruang wilayah kabupaten/kota bersangkutan dan juga secara lebih mendetail di rencana lokasi pengembangan dan penyelenggaraan kawasan wisata yang akan dikerjasamakan. Tinjauan tersebut meliputi:

  • Struktur tata ruang
  • Rencana detil tata ruang
  • Peraturan zonasi
  • Rencana pengembangan

Dalam kajian ini perlu disimpulkan bagaimana kesesuaian rencana lokasi kawasan pariwisata yang akan dikerjasamakan dilihat dari aspek tata ruang

Aspek Utilitas

Pada bagian ini diuraikan mengenai kondisi utilitas di wilayah kabupaten/kota bersangkutan secara umum dan juga kondisi utilitas di rencana lokasi kawasan pariwisata. Kajian tersebut meliputi:

  1. Sumber Tenaga Listrik
    Menguraikan ketersediaan pasokan listrik secara umum dan juga di wilayah lokasi kawasan pariwisata, sehingga dapat disimpulkan kesiapan utilitas listrik untuk pengembangan kawasan pariwisata yang akan dikerjasamakan.
  2. Sumber Air Bersih
    Menguraikan sumber air bersih yang digunakan oleh masyarakat secara umum, termasuk juga cakupan lokasi pelayanan air minum perpipaan yang ada. Akan sangat baik jika disampaikan dalam bentuk peta.
  3. Pengelolaan Limbah
    Menguraikan sistem pengelolaan limbah cair dan limbah padat yang saat ini berlangsung di wilayah perencanaan, termasuk juga cakupan pelayanan, sistem pengelolaan, sistem pembuangan limbah, dan sebagainya.
  4. Sistem Transportasi
    Menguraikan sistem transportasi yang tersedia dil wilayah perencanaan, termasuk didalamnya sistem transportasi berupa angkutan kota, bis, MRT, LRT, dan sebagainya bila ada.

Kajian Kebutuhan

Dalam sub-bab diuraikan kebutuhan akan infrastruktur kawasan wisata yang terdiri dari elemen atraksi, ameniti dan aksesibilitas pariwisata, berdasarkan proyeksi kunjungan wisatawan berdasarkan umur, besar grup dan belanja wisata, terutama yang sejenis, maupun yang complementary (saling melengkapi) dengan kawasan pariwisata yang akan dikerjasamakan, kapasitas dan daya tarik wisatawan, serta potensi penyerapan wisatawan baru, dan sebagainya.

  1. Proyeksi Wisatawan
    Bagian ini menguraikan proyeksi jumlah wisatawan (wisman dan wisnu), berdasarkan jumlah dan perkembangan atraksi, keadaan ameniti dan akses pariwisata.
  2. Potensi Pengembangan Kawasan Pariwisata.
    Menjelaskan tentang potensi pengembangan dan penyelenggaraan kawasan pariwisata yang terdiri dari elemen atraksi, ameniti dan aksesibilitas pariwisata yang baru , sebagai pelengkap atraksi yang sudah ada maupun sebagai atraksi baru.
  3. Kebutuhan Fasilitas Pemenuhan Elemen Ameniti Pariwisata
    Bagian ini menjelaskan tentang kebutuhan fasilitas umum dan sosial, dan ekonomi termasuk prasarana dan sarana akomodasi (penginapan, hotel, bungalow dlsb.) yang diperlukan untuk mengimbangi  perkembangan elemen atraksi dan potensi peningkatan wasatawan.
  4. Potensi Penyebarluasan Pemasaran Kawasan Pariwisata
    Bagian ini menjelaskan tentang potensi peningkatan wisatawan melalui kegiatan promosi kawasan pariwisata, berdasarkan pada program promosi yang sesuai dan proporsional pada lokasi yang terbukti memiliki calon wisatawan yang sesuai dengan kawasan pariwisata yang akan dikembangkan.
  5. Dukungan Masyarakat dan Dunia Usaha
    Menjelaskan tentang adanya dukungan masyarakat dan dunia usaha/industri terhadap rencana pengembangan dan penyelenggaraan kawasan pariwisata yang akan dikerjasamakan.

Rancang Bangun Awal

Dalam sub-bab ini akan diuraikan identifikasi infrastruktur pariwisata yang terdiri dari sarana dan prasarana elemen atraksi, ameniti dan aksesibilitas pariwisata yang diperlukan untuk pengembangan kawasan pariwisata yang dimaksud. Setelah itu penyediaan rancang bangun awal infrastruktur fasilitas pariwisata tersebut yang akan dikerjasamakan, mulai dari desain sampai dengan serah terima aset. Dalam hal pengembangan kawasan pariwisata, rancang bangun awal dapat terdiri dari beberapa prasarana dan sarana yang secara teknis perlu memperhatikan standar dan spesifikasi pembangunan sesuai ketentuan dari kementerian dan atau SKPD yang bersangkutan. Hal-hal yang perlu dikaji dan diuraikan dalam sub-bab ini adalah seperti di bawah ini.

  1. Pola Perjalanan Wisatawan
    Pada bagian ini dijelaskan pola perjalanan wisatawan pada keadaan atraksi, ameniti dan aksesiblitas pariwisata yang tersedia. Cermati pesona atraksi yang membuat wisatawan berkunjung dan telaah upaya penguatan daya tarik/pesona dan/atau dukungan ameniti dan aksesibilitas yang diperlukan untuk penambahan kapasitas wisatawan berkunjung (peningkatan kuantitas: jumlah wisatawan dan lama menetap wisatawan, serta belanja wisatawan; maupun kualitas pengalaman wisatawan yang berhasil terekam tidak terlupakan).
    Berdasarkan keadaan dan lokasi elemen atraksi, ameniti dan aksesibilitas pariwisata yang tersedia, dilengkapi dengan potensi pengembangan atraksi pariwisata yang dapat dikembangkan maka tentukan pilihan investasi pada elemen atraksi , ameniti dan aksesibilitas pariwisata yang diperhitungkan dapat membuat peningkatan jumlah wisatawan. Hal tersebut kemudian dirumuskan dalam skenario perjalanan wisatawan (wisnu dan wisman), secara rombongan (dalam grup) atau individual, kembali cermati penguatan daya tarik dan penambahan atraksi pariwisata yang dapat ditambahkan, serta jenis dan kuantitas serta kualitas prasarana dan sarana elemen ameniti dan aksesibilitas pariwisata, kemudian terjemahkan dalam bentuk investasi prasarana dan sarana pariwisata.
  2. Visi dan Misi
    Pada bagian ini berdasarkan kondisi keadaan dan penyelenggaraan destinasi/kawasan pariwisata yang ada serta peluang dan tantangan masa depan kepariwisataan dan hubungannya dengan kawasan pariwisata yang akan dibangun, maka dirumuskan dan diuraikan diuraikan visi dan misi pengembangan dan penyelenggaraan kawasan wisata yang dimaksud.
  3. Lokasi Kawasan Pariwisata
    Pada bagian ini diuraikan tentang lokasi kawasan pariwisata secara detail, termasuk peta lokasi dan peta orientasi lokasi. Pada peta lokasi juga dimuat elemen atraksi, ameniti dan aksesibilitas yang sudah tersedia, serta posisinya dengan investasi sarana dan prasarana maupun kegiatan di dalam  kawasan pariwisata yang akan dikembangkan dalam kerjasama ini. Dijelaskan juga mengenai pemilihan lokasi dengan mempertimbangkan ketentuan dan pertimbangan-pertimbangan lainnya seperti:

    • Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Nasional, Provinsi dan Kabupaten ybs.
    • Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi dan Rencana tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota
    • Mengacu pada peraturan zonasi.
    • Mengacu pada perundangan tentang pencemaran air.
    • Mengacu pada perundangan tentang baku mutu kebisingan.
    • Mengacu pada perundangan tentang pencemaran udara.
    • Mengacu pada rencana/target peningkatan wisatawan yang tertuang dalam RPJMD, Renstra SKPD ybs. maupun rencana perjalanan wisatawan.
  4. Jumlah Wisatawan dan Kapasitas Layanan
    Pada bagian ini diuraikan perkiraan jumlah wisatawan yang perlu ditampung menikmati atraksi wisata, serta prasarana, sarana elemen ameniti dan aksesibilitas yang diperlukan dan kapasitasnya memadai untuk ditampung dalam kawasan wisata yang akan dibangun.
  5. Prasarana Kawasan Pariwisata
    1. Lahan
      Dapat terhampar dalam satu kawasan maupun terpisah-pisah sesuai elemen atraksi yang diusung serta layanan ameniti dan sirkulasi/transportasi wisatawannya.
    2. Bangunan Gedung untuk elemen atraksi dan aminiti dan aksesibilitas pariwisata, (termasuk TIC)
      Termasuk dalam elemen atraksi adalah bangunan gedung pertunjukan, bangunan untuk oleh raga, termasuk dalam elemen ameniti adalah penginapan, rumah makan, layanan kesehatan (klinik dan pos kesehatan) dan keamanan (pos dan asrama stapam, dlsb.). .
    3. Bangunan Prasarana dan Sarana Elemen Atraksi Ruang Luar Pariwisata
      Termasuk dalam hal ini prasarana dan sarana rekreasi, permainan (flyingfox, komedi putar, jetcoaster dlsb.) dan olah raga di luar ruangan,
    4. Pola dan Jenis Ruang terbuka hijau, berikut jenis Flora dan Fauna.
      Termasuk dalam hal ini berbagai jenis taman, atraksi flora dan fauna.
    5. Jaringan dan Konstruksi Jalur dan Layanan Transportasi,
      Termasuk stasiun, terminal, dermaga/pelabuhan, bandara, prasarana dan sarana parkir dan sewa moda transportasi.
    6. Jaringan dan Konstruksi Sistem penyediaan Air Minum
      Saluran in-take, bangunan pengolahan air minum dan sistem jaringan distribusi dan kelengkapan sambungannya.
    7. Jaringan dan Konstruksi Sistem Penanganan Limbah (padat dan Cair).
      Penanganan sampah melalui bak penampung sampah, Tempat Pembuangan Sementara dan Tempat Pembuangan Akhir serta Bangunan Pengolahan sampah dan atau pembakaran sampah.
      Penanganan limbah cair domestik meliputi saluran limbah domestik dan bangunan pengolahan limbah cair hingga efluent mencapai syarat yang ditentukan.
    8. Jaringan dan Konstruksi Sistem jaringan tenaga listrik dan generator listrik cadangan.
      Sistem pembangkit dan jaringan tenaga listrik,  terdiri dari bangunan tempat pembankit tenaga listrik serta saluran distribusi tenaga listrik secara bertahap sehingga dapat dimanfaatkan pada tegangan yang ditentukan.
    9. Jaringan dan Konstruksi Sistem jaringan telekomunikasi
      Termasuk dalam hal ini adalah sistem jaringan kabel dan instalasinya, maupun menara antene untuk transmisi data.
    10. Jaringan dan Konstruksi Sistem jaringan gas domestik

Infrastruktur tersebut, dirancang dan dibangun untuk memenuhi kuantitas dan kualitas prasarana dan sarana elemen atraksi, ameniti dan aksesibilitas pariwisata yang dibangun di kawasan pariwisatayang akan diselenggarakan melalui KPBU. Komponen yang dibangun tentu terbatas pada komponen yang diperlukan dalam rangka meningkatkan jumlah wisatawan melalui pembangunan kawasan pariwisata yang dimaksud. Untuk itu diperlukan masterplan atau Rencana Induk Kawasan Pariwisata yang memuat lokasi dan jenis konstruksi dan jaringan ke semua parasaran dan sarana elemen atraksi, ameniti dan aksesibilitas pariwisata yang akan di bangun. Dengan demikian perkiraan investasi pembangunan kawasan pariwisata sudah dapat ditentukan.

Dengan penyusunan masterplan tersebut, sudah dapat dirinci dan memadai untuk penyusunan detail engineering design (DED) sebagai rujukan teknis pembangunan prasarana dan sarana melalui  lelang pengadaan.