Bab 8. Kajian Resiko

Bab 7. Kajian Bentuk KPBU
23/11/2017
Bab 9. Kajian Kebutuhan Dukungan Pemerintah dan/atau Jaminan Pemerintah
23/11/2017

Risiko adalah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan selama kelangsungan suatu proyek. Risiko tersebut dapat dinilai secara kualitatif ataupun kuantitatif. Proses analisis risiko terdiri atas identifikasi risiko, alokasi risiko, penilaian risiko, dan mitigasi risiko. Tujuan analisis risiko adalah agar stakeholder dapat memperoleh manfaat finansial sebesar-besarnya melalui proses pengelolaan risiko yang meliputi menghilangkan, meminimalkan, mengalihkan, dan menyerap/menerima risiko tersebut.

Identifikasi Resiko

Identifikasi risiko dilakukan untuk mengetahui jenis risiko yang mungkin timbul di dalam proyek. Untuk sektor pariwisata, risiko-risiko tersebut biasanya antara lain meliputi:

  1. Risiko Lokasi
    risiko pencemaran ke lingkungan sekitar lokasi, keresahan masyarakat, dan sebagainya
  2. Risiko Desain, Konstruksi dan Uji Operasi
    risiko keterlambatan penyelesaian konstruksi dan kenaikan biaya, kesalahan desain atau desain yang tidak lengkap, ketidaksesuaian peralatan layanan pariwisata, ketidakjelasan spesifikasi output, risiko uji operasi, dan sebagainya.
  3. Risiko Sponsor
    bila terdapat anggota konsorsium pembentuk BUP yang tidak dapat memenuhi kewajiban kontraktualnya serta kinerja kontraktor EPC dan OPC yang buruk.
  4. Risiko Finansial
    risiko tidak tercapainya perolehan biaya proyek (financial close), terjadinya fluktuasi nilai mata uang dan tingkat bunga pinjaman, perubahan tingkat inflasi yang signifikan, dan sebagainya.
  5. Risiko Operasional
    risiko terjadinya perubahan biaya operasi & pemeliharaan prasarana dan sarana elemen atraksi, ameniti dan aksesibilitas pariwisata termasuk perlengkapan / peralatan layanan pariwisata, kerusakan peralatan, kenaikan biaya energi, tidak tersedianya tenaga bersertifikat/pegawai yang memadai, dan sebagainya.
  6. Risiko Pendapatan
    risiko kegagalan penetapan retribusi awal, kegagalan penyesuaian retribusi sesuai rencana dalam model finansial, perubahan volume output proyek, ketidaksiapan availability payment dan sebagainya.
  7. Risiko Politik
    risiko perubahan politik yang signifikan, pemutusan kerjasama akibat perubahan regulasi, risiko mata uang asing (repatriasi, ekspropriasi, dan konversi).
  8. Risiko Kahar
    risiko kahar politik akibat perang dan sebagainya, risiko bencana alam.
  9. Risiko Kepemilikan Aset
    risiko hilang atau rusaknya aset, buruknya kondisi aset saat serah terima, dan sebagainya.

Prinsip Alokasi Resiko

Dalam sub-bab ini diuraikan mengenai prinsip-prinsip alokasi risiko, dimana dalam pelaksanaan proyek KPBU, pendistribusian atau alokasi risiko harus dapat dilakukan secara optimal dengan cara mengalihkan risiko kepada pihak yang memang dapat mengelola risiko-risiko tersebut secara lebih efisien dan efektif.

Prinsip alokasi risiko lazimnya adalah “Risiko sebaiknya dialokasikan kepada pihak yang relatif lebih mampu mengelolanya atau dikarenakan memiliki biaya terendah untuk menyerap risiko tersebut. Jika prinsip ini diterapkan dengan baik, diharapkan dapat menghasilkan premi risiko yang rendah dan biaya proyek yang lebih rendah sehingga berdampak positif bagi pemangku kepentingan proyek tersebut.

Dalam transaksi proyek KPBU, penentuan kewajiban PJPK dalam Perjanjian Kerjasama (yang dilakukan setelah melakukan analisis risiko sebagai bagian dari studi kelayakan proyek) perlu memenuhi prinsip Alokasi Risiko. Upaya menghasilkan suatu skema alokasi risiko yang optimal penting demi memaksimalkan nilai manfaat uang (value for money).

Metode Penilaian Resiko

Dalam menentukan risiko yang paling besar kemungkinannya terjadi serta pengaruhnya yang paling signifikan terhadap kelangsungan proyek KPBU ini, disusun suatu kriteria penilaian risiko yang dilihat dari peringkat kemungkinannya untuk terjadi dan peringkat konsekuensi risiko.

Peringkat Kemungkinan Terjadi Risiko

Peringkat Keterangan
Hampir Pasti Terjadi Ada kemungkinan kuat risiko ini akan terjadi sewaktu-waktu seperti yang telah terjadi di proyek lainnya.
Mungkin Sekali Terjadi Risiko mungkin terjadi sewaktu-waktu karena adanya riwayat kejadian kasual
Mungkin  Terjadi Tidak diharapkan, tapi ada sedikit kemungkinan terjadi sewaktu-waktu
Jarang Terjadi Sangat tidak mungkin, tetapi dapat terjadi dalam keadaan luar biasa. Bisa terjadi, tapi mungkin tidak akan pernah terjadi
Hampir Tidak Mungkin Terjadi Risiko ini secara teoritis dimungkin terjadi, namun belum pernah didapati terjadi di proyek lainnya.

Pemeringkatan Dampak Risiko

Peringkat Dampak Keuangan Keselamatan Penundaan Kinerja Hukum Politik
Tidak Penting Varian <5% terhadap anggaran Tidak ada atau hanya cidera pribadi, Pertolongan Pertama dibutuhkan tetapi tidak ada penundaan hari < 3 bulan Sesuai tujuan, tetapi ada dampak kecil terhadap unsur-unsur non-inti Pelanggaran Kecil Perubahan dan dampak kecil terhadap proyek
Ringan Varian 5%-10% terhadap anggaran Cidera ringan, perawatan medis dan penundaan beberapa hari 3 – 6 bulan Sesuai tujuan, tetapi ada kerugian sementara dari sisi layanan, atau kinerja unsur-unsur non-inti yang berada dibawah standar Pelanggaran prosedur/ pedoman internal Perubahan memberikan dampak yang signifikan terhadap proyek
Sedang Varian 10%-20% terhadap anggaran Cidera: Kemungkinan rawat inap dan banyak penundaan hari 6 – 12 bulan Kerugian sementara unsur proyek inti, atau standar kinerja unsur inti yang menjadi berada di bawah standar Pelanggaran kebijakan/ peraturan pemerintah Ketidakstabilan situasi berdampak pada keuangan dan kinerja.
Besar Varian 20%_30% terhadap anggaran Cacat sebagian atau penyakit jangka panjang atau beberapa cidera serius 1 – 2 tahun Ketidakmampuan untuk memenuhi unsur inti, dan secara signifikan menjadikan proyek dibatalkan Pelanggan lisensi atau hukum, pengenaan penalti Ketidakstabilan berdampak pada keuangan dan kinerja
Serius Varian 30%-50% terhadap anggaran Kematian atau cacat permanen >2 tahun Kegagalan total proyek Intervensi peraturan atau tuntutan, pengenaan penalti Ketidakstabilan menyebabkan penghentian layanan

Metode penilaian risiko tersebut akan dimasukaan dalam matriks peta risiko sebagai berikut:

Kemungkinan KONSEKUENSI
Tidak Penting Ringan Sedang Besar Serius
Hampir Pasti Menengah Menengah Menengah Menengah Tertinggi
Mungkin Sekali Ringan Menengah Menengah Menengah Tertinggi
Mungkin Ringan Menengah Menengah Menengah Menengah
Jarang Ringan Ringan Menengah Menengah Menengah
Hampir Tidak Mungkin Ringan Ringan Ringan Menengah Menengah

Mitigasi Risiko

Mitigasi risiko bertujuan untuk memberikan cara mengelola risiko terbaik dengan mempertimbangkan kemampuan pihak yang mengelola risiko dan juga dampak risiko. Mitigasi risiko ini berisi rencana-rencana yang harus dilakukan pemerintah dalam kondisi preventif, saat risiko terjadi, ataupun paska terjadinya risiko. Mitigasi risiko ini dapat berupa penghapusan risiko, meminimalkan risiko, mengalihkan risiko melalui asuransi atau pihak ketiga lainnya, atau menerima/menyerap risiko tersebut.
Berikut disampaikan contoh dari matriks risiko proyek KPBU di sektor infrastruktur Kawasan Pariwisata.

Contoh Matriks Risiko Proyek KPBU Kawasan Industri

Kategori Risiko dan Peristiwa Risiko Deskripsi PJPK BU Bersama Strategi Mitigasi Sesuai Best Practice Kondisi Spesifik terkait Alokasi Risiko
1. RISIKO LOKASI
Keterlambatan dan kenaikan biaya pembebasan lahan Keterlambatan dan kenaikan Biaya akibat proses pembebasan lahan yang berkepanjangan     Pemerintah menyediakan lahan proyek sebelum proses pengadaan  
Lahan tidak dapat dibebaskan Kegagalan perolehan lokasi lahan proyek karena proses pembebasan lahan yang sulit     Status hukum lahan dan prosedur yang jelas dalam pembebasan lahan proyek Kejelasan status hukum dan tata ruang lahan bisa menjadi kendala
Proses permukiman kembali yang rumit Keterlambatan dan kenaikan biaya karena rumitnya isu proses pemukiman kembali     Kompensasi yang wajar dan komunikasi yang baik dengan pihak yang terkena dampak Dampak sosial relatif luas bila lahan di perkotaan dan sifatnya masih produktif
Kesulitan pada kondisi lokasi yang tak terduga Keterlambatan karena ketidakpastian kondisi lokasi     Data historis penggunaan lahan dan penyelidikan tanah  
Kerusakan artefak dan barang kuno pada lokasi       Data historis penggunaan lahan dan penyelidikan tanah  
Gagal menjaga keselamatan dalam lokasi       Implementasi prosedur keselamatan kerja yang baik  
Kontaminasi/polusi ke lingkungan lokasi       Kesesuaian dengan studi Amdal yang baik  
2. RISIKO DESAIN, KONSTRUKSI, DAN UJI OPERASI
Risiko design brief Kerugian akibat tidak jelasnya/tidak lengkapnya design brief     Konsultan desain yang

berpengalaman dan baik

 
Kesalahan desain Menyebabkan ekstra/revisi desain yang diminta operator     Konsultan desain yang berpengalaman dan baik Biasanya teridentifikasi saat uji operasi teknis
Terlambatnya penyelesaian konstruksi Dapat termasuk terlambatnya pengembalian akses lokasi     Kontraktor yang handal dan klausul kontrak yang standar  
Kenaikan biaya konstruksi       Kesepakatan faktor eskalasi harga tertentu dalam kontrak  
Risiko uji operasi Kesalahan estimasi waktu/ biaya dalam uji operasi teknis     Koordinasi kontraktor dan operator yang baik  
3. RISIKO SPONSOR
Kinerja subkontraktor yang buruk       Proses pemilihan sub-kontraktor yang kredibel  
Kegagalan/default dari sub-kontraktor       Proses pemilihan sub-kontraktor yang kredibel  
Kegagalan/default dari Badan Usaha Default Badan Usaha yang mengarah ke terminasi/step-in oleh  Financier     Konsorsium didukung sponsor yang kredibel dan solid  
Kegagalan/default dari sponsor proyek Default pihak sponsor (atau anggota konsorsium)     Proses PQ untuk memperoleh sponsor yang kredibel  
4. RISIKO FINANSIAL
Kegagalan mencapai financial close Tidak tercapainya financial close karena ketidakpastian kondisi pasar     Koordinasi yang baik dengan potential lenders Bisa juga karena conditions precedence tidak terpenuhi
Risiko struktur finansial Inefisiensi karena struktur modal proyek yang tidak optimal     Konsorsium didukung sponsor/lender yang kredibel dan solid  
Risiko nilai tukar mata uang fluktuasi (non ekstrim) nilai tukar mata uang     Instrumen lindung nilai  
Risiko tingkat inflasi Kenaikan (non ekstrim) tingkat inflasi terhadap asumsi dalam life-cycle cost     Faktor indeksasi tarif;  
Risiko suku bunga Fluktuasi (non ekstrim) tingkat suku bunga     Lindung nilai tingkat suku bunga  
Risiko asuransi (1) Cakupan asuransi untuk risiko tertentu tidak lagi tersedia dari penyedia asuransi di pasaran     Konsultansi dengan spesialis/broker asuransi Khususnya untuk cakupan asuransi risiko terkait keadaan kahar
Risiko asuransi (2) Kenaikan substansial tingkat premi terhadap estimasi awal     Konsultansi dengan spesialis/broker asuransi  
5. RISIKO OPERASI
Ketersediaan fasilitas Akibat fasilitas tidak bisa terbangun     Kontraktor yang handal  
Buruk atau tidak tersedianya layanan Akibat fasilitas tidak bisa beroperasi     Operator yang handal; Spesifikasi output yang jelas  
Aksi industry Aksi mogok, larangan kerja,dsb     Kebijakan SDM dan hubungan industrial yang baik Bisa oleh staf operator, subkontraktor atau penyuplai
Kenaikan biaya O&M Akibat kesalahan estimasi biaya O&M atau kenaikan tidak terduga     Operator yang handal;

Faktor eskalasi dalam kontrak

 
Kesalahan estimasi biaya life cycle       Kesepakatan/kontrak dengan supplier seawal mungkin  
Kecelakaan lalu lintas atau isu keselamatan       Asuransi kewajiban pihak ketiga  
6. RISIKO PENDAPATAN
Kegagalan mengajukan

penyesuaian tarif

Akibat BU(P) tidak mampu memenuhi standar minimal yang disepakati     Kinerja operasi yang baik dan jelas;  
Penyesuaian tarif periodic terlambat Pada indeksasi tarif terhadap tingkat inflasi     Kinerja operasi yang baik dan jelas;  
Tingkat penyesuaian tarif lebih rendah dari proyeksi khususnya setelah indeksasi tarif dan rebasing tariff     Kinerja operasi yang baik dan jelas;  
Kesalahan perhitungan estimasi tarif       Survai user affordability and willingness yang handal  
7. RISIKO KONEKTIVITAS JARINGAN
Atraksi Pariwisata tidak berfungsi Kerusakan atau elemen atraksi pariwisata tidak berfungsi atau gagal dinikmati wisatawan.   § Standar kinerja operasi dan pengawasan yang baik;

§ Perubahan rute perjalanan wisata dan atau atraksi pariwisata.

 
Ameniti Pariwisata Layanan aminiti tidak berfungsi secara baik karena terganggu oleh fungsi tenaga kerja, peralatan, utilitas terganggu dlsb.   § Standar kinerja operasi dan pengawasan yang baik;

§ Alih layanan pada unit layanan pendukungnya atau unit layanan induknya/yang lebih besar.

 
8. RISIKO INTERFACE
Mata uang asing tidak dapat dikonversi Mata uang asing tidak tersedianya dan/atau tidak bisa dikonversi dari Rupiah     ·    Pembiayaan domestic

·    Akun pembiayaan luar negeri

·    Penjaminan dari bank sentral

 
Mata uang asing tidak dapat direpatriasi Mata uang asing tidak bisa ditransfer ke negara asal investor     ·    Pembiayaan domestik

·    Akun pembiayaan luar negeri

·    Penjaminan dari bank sentral

 
Risiko ekspropriasi Bisa juga akibat default PJPK     ·    Mediasi

·    Penjaminan pemerintah

 
Perubahan regulasi (dan pajak) yang umum          
Perubahan regulasi (dan pajak) yang diskriminatif dan spesifik       Provisi kontrak yang jelas termasuk kompensasinya  
Keterlambatan perolehan persetujuan perencanaan Hanya jika dipicu keputusan sepihak /tidak wajar dari otoritas terkait     Provisi kontrak yang jelas termasuk kompensasinya  
Gagal/terlambatnya perolehan persetujuan Hanya jika dipicu keputusan sepihak /tidak wajar dari otoritas terkait     Provisi kontrak yang jelas termasuk kompensasinya Biasanya terkait isu selain Perencanaan
9. RISIKO POLITIK
Bencana alam       Asuransi, bila dimungkinkan  
Kahar politis Peristiwa perang, kerusuhan, gangguan keamanan masyarakat     Asuransi, bila dimungkinkan  
Cuaca ekstrim       Asuransi, bila dimungkinkan  
Kahar berkepanjangan Jika di atas 6-12 bulan,dapat mengganggu aspek ekonomis pihak yang terkena dampak     Setiap pihak dapat mengakhiri kontrak KPBU dan memicu prosedur terminasi proyek Terutama bila asuransi tidak tersedia untuk risiko tertentu
10. RISIKO KAHAR (FORCE MAJEURE)
Risiko nilai aset turun Kebakaran, ledakan, dsb     Asuransi