Bab 4. Kajian Teknis

Bab 3. Kajian Hukum dan Kelembagaan
28/11/2017
Bab 5. Kajian Ekonomi dan Komersil
28/11/2017

Kondisi Eksisting

Umumnya, prastudi kelayakan merupakan studi yang dilakukan untuk menentukan lokasi terbaik dari suatu set alternatif pilihan lokasi dalam rangka pembangunan pelabuhan baru. Namun, pada pelaksanaannya, tidak tertutup kemungkinan berupa pengembangan pelabuhan eksisting. Oleh karena itu, sub-bab mengenai kondisi eksisting merupakan subbab yang berisikan penjelasan mengenai kondisi saat ini dari tiap-tiap alternatif lokasi pelabuhan baik alternatif lokasi yang telah memiliki pelabuhan eksisting maupun tidak.

  1. Hierarki Pelabuhan (opsional)
    Identifikasi terhadap hierarki pelabuhan eksisting dan juga rencana sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam KP No. 414 Tahun 2012 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional.
  2. Pelabuhan Sekitar
    Menjelaskan mengenai identifikasi terhadap pelabuhan-pelabuhan yang ada disekitar alternatif lokasi beserta dengan hubungannya terhadap rencana pengembangan pelabuhan baru ini.
  3. Wilayah Hinterland
    Subbab ini berisi mengenai daerah asal dari angkutan yang dilayani beserta dengan daerah tujuannya. Perlu dicatat bahwa daerah asal dan tujuan tidak terbatas pada batasan administratif.
  4. Jenis Komoditas
    Menjelaskan mengenai jenis-jenis komoditas aktual dan juga komoditas-komoditas yang berpotensi untuk dikembangkan.
  5. Kondisi Sosioekonomi
    Kondisi sosioekonomi merupakan faktor penting untuk meninjau potensi perkembangan pelabuhan. Beberapa kondisi sosioekonomi yang perlu ditinjau antara lain adalah:

      • Populasi penduduk
      • Pola pertumbuhan penduduk
      • Proyeksi penduduk
      • PDRB
      • Pola pertumbuhan PDRB
      • Proyeksi PDRB

    Tinjauan terhadap kondisi-kondisi sosioekonomi tersebut harus dilakukan untuk tiap-tiap alternatif lokasi pelabuhan.

  6. Data historis throughput
    Subbab ini mengenai data historis throughput dan juga mencakup jenis kapal, ship call, GT, dan lain-lain.
  7. Kinerja Pelabuhan
    Beberapa kinerja pelabuhan yang diukur antara lain adalah sebagai berikut:

    • Berth throughput (BT)
    • Turn round time (TRT)
    • Berth occupancy ratio (BOR)

Tinjauan Tata Ruang

Tinjauan tata ruang berisikan mengenai kondisi eksisting tata ruang wilayah dari tiap-tiap alternatif lokasi pelabuhan meliputi:

    • Struktur tata ruang
    • Titik-titik pusat kegiatan
    • Sistem jaringan transportasi
    • Rencana pengembangan
    • Wilayah-wilayah konservasi/khusus

Aspek Transportasi

  • Kondisi Lalu Lintas
    Kajian terhadap kondisi lalu lintas dilakukan untuk mengidentifikasi kinerja lalu lintas di sekitar rencana pelabuhan. Kajian meliputi kondisi geometrik, lalu lintas, manajemen lalu lintas, dan lain-lain.
  • Indikator Lalu Lintas
    Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja lalu lintas bergantung pada tipe analisis yang digunakan. Secara umum indikator kinerja lalul lintas yang dapat digunakan antara lain adalah:
    Indikator Lalu Lintas

    No Tipe Analisis Indikator
    1 Link-based
    • Volume-Capacity Ratio (VCR)
    • Waktu Tempuh (Travel Time)
    2 Network-based
    • Volume-Capacity Ratio (VCR)
    • Rata-rata Waktu Tempuh (Average Travel Time)
    • Rata-rata Jarak Tempuh (Average Travel Distance)
  • Survei Transportasi
    Pada dasarnya survei transportasi dilakukan sesuai dengan kebutuhan analisis. Namun, pada umumnya survei yang harus dilakukan adalah survei Traffic Counting (TC). Survei TC membahas mengenai:

    • Titik survei
    • Waktu pelaksanaan survei
    • Jenis/golongan kendaraan yang di-survei
    • Fluktuasi lalu lintas
    • Lalu lintas jam puncak
  • Kinerja Lalu Lintas
    Subbab ini menjelaskan mengenai perbandingan kinerja lalu lintas terhadap masing-masing alternatif lokasi pelabuhan. Ukuran perbandingan adalah manfaat yang diperoleh dari suatu alternatif lokasi terhadap alternatif lokasi lainnya. Ukuran perbandingan yang digunakan adalah:

    • Penghematan waktu tempuh
    • Penghematan Biaya Operasi Kendaraan (BOK).

Aspek Fisik

  1. Alur
    Subbab ini berisikan mengenai spesifikasi dari alur pelayaran di tiap-tiap altenatif lokasi. Spesifikasi yang dimaksud meliputi:

    • Kedalaman alur
    • Lebar alur
    • Permasalahan-permasalahan terkait alur
  2. Kolam Pelabuhan
    Kolam pelabuhan berfungsi sebagai tempat manuver kapal sehingga terdiri dari beberapa komponen berikut ini:

    • Kolam putar
    • Area bongkar muat
      Selain daripada itu, kolam putar juga perlu memperhatikan kedalam dari kolam tersebut.
  3. Hidro-Oseanografi
    Kajian hidro-oseanografi membahas mengenai kondisi perairan yang terjadi di tiap-tiap alternatif lokasi pelabuhan. Kajian hidro-oseanografi meliputi:

    • Kecepatan dan arah arus
    • Tinggi gelombang
    • Periode gelombang
    • Simulasi pengaruh gelombang dari berbagai arah
    • Tingkat sedimentasi
  4. Survei Batimetri
    Survei batimetri sounding dimaksudkan untuk mengetahui keadaan kedalaman laut. Cara yang dipakai dalam pengukuran ini adalah dengan menentukan posisi-posisi kedalaman laut pada jalur memanjang dan jalur melintang untuk cross check.
  5. Survei Hidro-Oseanografi
    Survei Hidro-Oseanografi mencakup 3 hal, yaitu:

    • Pasang surut
    • Arus
    • Sedimen
      Dari survei pasang surut dihasilkan data-data seperti berikut ini:
    • Jenis pasang surut
    • Elevasi penting
      Sedangkan dari survei arus didapat data-data berikut ini:
    • Kecepatan arus pada saat pasang tertinggi
    • Kecepatan arus pada saat surut terendah
    • Arah arus
      Dan dari survei sedimen data-data yang diperoleh antara lain adalah:
    • Sampel sedimen suspensi (air)
    • Sampel sedimen dasar (material)

Pemilihan Lokasi Pelabuhan Terbaik

Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh aspek yang telah dibahas pada subbab-subbab sebelumnya. Pemilihan lokasi ini dilakukan untuk menentukan lokasi pelabuhan terbaik dari suatu set alternatif lokasi pelabuhan

  1. Penentuan Kriteria
    Kriteria ditentukan berdasarkan aspek-aspek:

    • Tata ruang
    • Transportasi
    • Teknis.
  2. Pembobotan Kriteria
    Pembobotan dilakukan oleh seluruh stakeholder terkait seperti regulator, operator, dan user.
  3. Analisis Multikriteria
    Analisis multikriteria dilakukan dengan melakukan skoring terhadap masing-masing alternatif lokasi pelabuhan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Desain Layout Pelabuhan

  1. Tipe Dermaga
    Dalam pembahasan mengenai penentuan tipe dermaga, tinjauan perlu diarahkan pada:

    • Topografi daerah pantai
    • Jenis kapal yang dilayani
    • Daya dukung tanah
  2. Layout dan Elevasi
    Layout dermaga meliputi:

    • Elevasi dermaga
    • Panjang dermaga
    • Lebar dermaga
    • Sistem fender
    • Alat penambat kapal
  3. Jalan akses pelabuhan
    Perencanaan jalan akses pelabuhan meliputi:

    • Proyeksi lalu lintas
    • Perencanaan koridor
    • Perencanaan tipikal potongan melintang jalan akses

Gambar Rencana

Rencana layout pelabuhan untuk tiap-tiap alternatif lokasi disajikan dalam gambar teknik.

Spesifikasi Keluaran

Spesifikasi keluaran

No Spesifikasi Teknik Keterangan
1 Kondisi Lalu Lintas:Kondisi Lalu Lintas:
VCR Volume/Kapasitas
Penghematan waktu tempuh Rp
Penghematan biaya operasi kendaraan Rp
2 Throughput Ton/tahun atau TEUs/tahun
3 Tinggi Gelombang m
4 Kolam Pelabuhan
Luas kolam m2
 Kedalaman kolam  m2
5 Sedimentasi m/tahun
6 Dermaga
Dimensi  m
 Draft  m
7 Luasan Layout Pelabuhan per komponen m2
8 Jalan akses

  • Tipe jalan
  • Panjang jalan
  • Lebar jalan
  • Tipikal potongan melintang
…lajur/…arah terbagi/tak terbagi
m
m

Jadwal Pelaksanaan Konstruksi

Menguraikan jadwal pelaksanaan konstruksi dan pengadaan peralatan yang akan dilakukan.