Bab 2. Kajian Kebutuhan dan Kepatuhan

Bab 1. Pendahuluan
27/11/2017
Bab 3. Kajian Hukum dan Kelembagaan
27/11/2017

Kajian Kebutuhan

Rencana pengembangan proyek KPBU harus didasari dengan adanya kebutuhan akan ketersediaan infrastruktur sebagaimana dimaksud. Kebutuhan akan infrastruktur tersebut dapat diidentifikasi berdasarkan kajian terhadap data-data sekunder yang menggambarkan:

  1. Dasar pemikiran teknis dan ekonomi rencana proyek KPBU;
  2. Proyek KPBU memiliki permintaan yang berkelanjutan serta ketidakcukupan layanan saat ini, baik secara kuantitas maupun kualitas;
  3. Potensi dan perkembangan sosial ekonomi wilayah;
  4. Potensi sumber daya alam; dan
  5. Proyek KPBU mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan.

Kajian Kepatuhan

Rencana pengembangan proyek KPBU SPAM harus sesuai dan selaras dengan rencana pengembangan dan pembangunan Pemerintah maupun pemerintah daerah yang tertuang di dalam dokumen-dokumen perencanaan yang ada.

  1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional
    Mengkaji arahan pembangunan sektor air minum terutama target-target capaian akses air minum yang ingin dicapai serta bagaimana rencana proyek KPBU dapat memberikan kontribusi terhadap indikator-indikator ingin dicapai dalam RPJPN.
  2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional
    Mengkaji arahan pembangunan sektor air minum, terutama target nasional di sektor air minum dan bagaimana kondisi penganggaran yang ada. Sejauh mana kesesuaian proyek KPBU terhadap rencana nasional yang ada tersebut. Selain itu juga arahan prioritas daerah dalam konteks nasional dapat menjadi bahan kajian, seperti misalnya arahan kabupaten/kota yang menjadi bagian dari Kawasan Strategis Nasional (KSN), Wilayah Pengembangan Strategis (WPS), dan sebagainya.
  3. Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi
    Mengkaji peran kabupaten/kota dalam lingkup provinsi sehingga diperlukan dukungan infrastruktur yang memadai.
  4. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota
    Mengkaji peran wilayah perencanaan terhadap kabupaten/kota serta rencana sektor air minum di wilayah perencanaan tersebut. Rencana pengembangan wilayah juga akan sangat bermanfaat untuk menguatkan pentingnya pengembangan air minum.
  5. Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM)
    Mengkaji rencana kabupaten/kota dalam pengembangan sektor air minum, besaran investasi yang direncanakan, sumber pendanaan, dan sebagainya.
  6. Kebijakan Strategi Daerah (Jakstrada)
    Mengkaji visi, rencana atau kebijakan strategis daerah di sektor air minum serta bagaimana proyek KPBU dapat menjawab permasalahan pengembangan air minum yang tertuang dalam Jakstrada tersebut.
  7. Dokumen Perencanaan PDAM
    Mengkaji rencana dan kebijakan PDAM untuk kemudian dilihat kesesuaiannya dengan rencana pengembangan proyek KPBU.
  8. Kesimpulan
    Menyimpulkan kesesuaian proyek KPBU dengan rencana-rencana dan kebijakan-kebijakan yang telah dibahas diatas.